Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Klinik, Masjid, hingga Lahirnya Al Mizan

Iklan Landscape Smamda
Dari Klinik, Masjid, hingga Lahirnya Al Mizan
Gedung Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Cabang Lamongan tahun 1985. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

 

Sejarah panjang berdirinya Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Cabang Lamongan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah kembali dikenang dalam Napak Tilas Pendiri, Sabtu (16/8/2025).

Dalam acara yang digelar di halaman Asrama Putri Reguler ini, KH Drs Sutaman—yang pernah menjadi Pengurus Al Mizan—memberikan kesaksian tentang perjuangan KH HM Syukron, salah satu tokoh pendiri Al Mizan.

Dari Klinik hingga Masjid At-Taqwa

Sutaman menceritakan, KH Syukron adalah sosok yang tak pernah lelah membangun. Mulai dari mendukung pembangunan Klinik Muhammadiyah di selatan alun-alun Lamongan, pengadaan ambulans, hingga melanjutkan pembangunan Masjid At-Taqwa yang sebelumnya diamanahkan kepadanya.

“Setelah pondasi masjid dibangun Mbah Mul, pembangunan itu diteruskan hingga tuntas oleh Pak Haji Syukron. Sejak saat itu beliau dikenal sebagai sosok yang hatinya terpaut dengan pembangunan umat,” ungkap Sutaman.

Peran KH Syukron mendapat perhatian dari banyak tokoh, termasuk KH Mukhtar Mastur, Ketua Yayasan At-Taqwa kala itu. Dari situlah muncul gagasan besar untuk mendirikan Panti Asuhan Muhammadiyah Lamongan.

Gagasan Kaderisasi dan Studi Banding

Sutaman menambahkan, sejak awal, KH Syukron tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan kader.

“Beliau mencanangkan program kaderisasi ulama, mubaligh, dan pemimpin. Bahkan, beliau menginisiasi studi banding ke Yogyakarta, ke Madrasah Mu’allimin dan Panti Asuhan Aisyiyah, untuk belajar bagaimana mengelola panti asuhan seperti pondok pesantren,” terangnya.

Program itu kemudian dibicarakan dalam forum rapat pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah di Masjid At-Taqwa. Dari forum inilah arah pengembangan panti semakin jelas: menjadi pusat kaderisasi sekaligus pusat pendidikan.

KH Drs Sutaman saat memberikan kesaksian KH HM Syukron. (Alfain/PWMU.CO)

Mengawal Pembangunan Gedung dan Aula

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sutaman juga bersaksi bagaimana dirinya ikut mendampingi KH Syukron dalam pembangunan berbagai sarana.

“Gedung yang kini dipakai untuk Aliyah, dulu dibangun dengan penuh perjuangan. Bahkan untuk membangun aula, kami mencari besi dan semen sampai ke berbagai dermawan. Saya ikut membersamai beliau waktu itu,” kenangnya.

Menurut Sutaman, aula itu sejak awal memang direncanakan KH Syukron sebagai pusat kegiatan, meski pembangunan fasilitas lain belum sepenuhnya selesai.

“Beliau selalu berpikir jauh ke depan. Gedung dan aula itu menjadi saksi bagaimana Al Mizan berkembang hingga kini,” ujarnya.

Dari Panti ke Pesantren Al Mizan

Seiring waktu, Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Lamongan, berkembang menjadi Pondok Pesantren Al Mizan yang memadukan pendidikan pesantren dengan pengasuhan anak yatim.

“Masjid yang kemudian diberi nama Masjid Al Mizan menjadi pusat aktivitas spiritual dan kaderisasi. Alhamdulillah, sampai 40 tahun perjalanan ini, Al Mizan tetap berkembang,” tutur Sutaman penuh syukur.

Ia berharap generasi penerus tetap menjaga spirit ikhlas dan militansi yang diwariskan KH Syukron.

“Mudah-mudahan penerus Al Mizan tetap menjadi kader yang berpotensi dan berkemajuan untuk umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu