PRM Takerharjo mengajak sejumlah jamaah untuk berenang di laut Kandangsemangkon, Paciran, Lamongan, seusai mengikuti Kuliah Subuh di Masjid Al Jihad, Rabu (24/12/2025) pukul 05.00–08.00 WIB.
Jamaah yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Kastim, Saifudin, Kunawi, Amirul Mu’minin, M. Nuril Mu’minin, Mushlihin, Abdul Halim, Agus Veri Himawan, Masykur, dan Amiril Mu’minin Himawan. Rombongan berangkat menggunakan mobil terbuka Isuzu milik Saifudin Zuhri dengan Kastim sebagai sopir. Perjalanan ditempuh melalui Jalan Raya Takerharjo–Drajat hingga Daendels.
Setibanya di Pantai Kandangsemangkon, jamaah berganti pakaian renang. Mereka juga membeli air mineral dan singkong goreng sebagai sumber energi sebelum melakukan aktivitas. Selanjutnya, jamaah melakukan kumkum, menyelam, dan berenang di laut.
Kegiatan ini dirasakan memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Seluruh otot tubuh terlatih, kalori terbakar, serta jantung, paru-paru, dan kulit menjadi lebih sehat. Selain itu, berenang di laut membantu mengurangi stres berkat efek relaksasi air dan suara ombak, meningkatkan suasana hati, menyehatkan mata, serta memperbaiki kualitas tidur.
Jamaah juga menikmati keunikan Pantai Pengkolan yang tidak berpasir, melainkan dipenuhi karang mati dan bebatuan, serta keberadaan kapal wedok yang dikenal dengan sebutan “Ijon-ijon”. Di kawasan tersebut tumbuh ratusan pohon cemara laut (Casuarina equisetifolia) yang berfungsi mencegah abrasi dan tsunami, menjadi penahan angin, bahan konstruksi, minyak, parfum, obat-obatan, peneduh wisatawan, sekaligus habitat penyu.
Selain berolahraga, jamaah beribadah di masjid perahu dengan niat ikhlas karena Allah untuk meraih pahala dan memakmurkan tempat ibadah. Usai berenang, jamaah menyantap sarapan berupa sego las, iwak pepes, dan wedang jahe di Rumah Makan Tanjung Kodok guna memenuhi kebutuhan nutrisi, mencegah maag, dan mendukung fungsi kognitif otak.
Rombongan kemudian kembali ke rumah masing-masing dengan perjalanan yang aman dan tertib. Sepanjang perjalanan, jamaah melantunkan tahmid, takbir, tasbih, dan istigfar. Jamaah mengaku merasa bahagia dan berharap ke depan akses menuju lokasi wisata diperlebar, dilengkapi kamar ganti, toilet, serta perahu layar. Selain itu, mereka berharap kelestarian batu karang, kejernihan air, dan habitat burung kuntul tetap terjaga serta tersedia regu penyelamat. (*(





0 Tanggapan
Empty Comments