Tidak sekadar berwisata, murid kelas 6 SD Muhammadiyah 3 ICP Sumberrejo, Bojonegoro, menggelar Edu Field Trip 2026 dengan agenda yang padat makna.
Selama empat hari, tepatnya Selasa-Jumat (10-13/02/2026), para murid menjelajahi ibu kota untuk memadukan pembelajaran kontekstual antara nilai keislaman, kebangsaan, dan sains.
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan ini adalah kunjungan ke Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat.
Kunjungan ini layaknya “angin segar” sekaligus momen berharga, mengingat lokasi penginapan murid yang berada tepat di Hotel Horison Ultima Menteng.
Dialog Hangat di Pusat Pergerakan
Rombongan murid disambut hangat oleh Kepala Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Zainal Arifin, atau Pak Final.
Dalam pertemuan tersebut, Pak Final memberikan penjelasan mendalam mengenai fungsi strategis gedung tersebut sebagai pusat koordinasi dakwah Muhammadiyah secara nasional.
Suasana menjadi sangat interaktif saat memasuki sesi tanya jawab mengenai kemuhammadiyahan. Salah satu murid, Rayyan Guntur, mencuri perhatian karena keberaniannya mengajukan pertanyaan cerdas kepada Pak Final.
Sebagai bentuk apresiasi atas rasa ingin tahunya yang tinggi, Rayyan mendapatkan penghargaan langsung berupa uang tunai sebesar Rp100.000 dari pihak kantor pusat.
Eksplorasi Ikon Jakarta dan Edukasi Sains
Rangkaian field trip berlangsung pada Selasa (10/02/2026) malam setelah rombongan melaksanakan shalat Magrib berjamaah di sekolah.
Setibanya di Jakarta pada Rabu (11/2/2026), murid langsung mengeksplorasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di sana, mereka mendalami sejarah perkembangan Islam melalui Museum Istiqlal dan Bayt Al-Qur’an, serta berkeliling anjungan daerah menggunakan bus listrik.
Perjalanan berlanjut dengan kunjungan ke Masjid Istiqlal dan napak tilas perjuangan bangsa di Monumen Nasional (Monas).
Di lokasi ini, para murid mempelajari sejarah perjuangan bangsa melalui diorama Museum Sejarah Nasional untuk memahami makna filosofis kemerdekaan Indonesia.
Pada hari ketiga, Kamis (12/2/2026), fokus pembelajaran beralih ke aspek sains. Murid mengamati keanekaragaman biota laut di SeaWorld Indonesia, sebelum menutup perjalanan dengan keceriaan di Dunia Fantasi (Dufan).
Wahana di Dufan tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media belajar konsep gaya, gerak, dan keseimbangan secara nyata.
Bentuk Karakter Generasi Unggul
Kepala SD Muhammadiyah 3 ICP Sumberrejo menegaskan bahwa Edu Field Trip ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa.
“Kami ingin murid-murid tidak hanya mengenal Jakarta dari buku pelajaran, tetapi merasakan langsung semangat perjuangan dan dakwah di sana. Pulang dari sini, mereka membawa bekal karakter dan identitas yang lebih kuat sebagai kader Muhammadiyah” ujarnya.
Perjalanan penuh ilmu ini resmi berakhir saat bus rombongan memasuki gerbang sekolah di Sumberrejo pada Jumat (13/2/2026) pagi.
Meski menempuh perjalanan jauh, rona bahagia terpancar dari wajah para murid yang kini membawa segudang cerita dan inspirasi untuk masa depan mereka.






0 Tanggapan
Empty Comments