Tidak semua kader perempuan diberi ruang untuk berhenti sejenak, menengok kembali akar ideologi, lalu melangkah lebih kokoh ke depan. Di tengah arus cepat zaman dan tantangan gerakan perempuan yang kian kompleks, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur kembali menggerakkan arah perjuangannya melalui Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) III—sebuah proses kaderisasi lanjutan yang bukan sekadar formalitas, melainkan penempaan nilai dan komitmen.
Mengusung tema “Meneguhkan Ideologi dan Inklusivitas Gerakan Perempuan Berkemajuan”, DANA III akhirnya resmi digelar pada (26–28/12/2025) di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jalan Pucang Anom No. 93 Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi kader terpilih untuk memperdalam pemahaman ideologis sekaligus menguatkan peran Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muda Islam yang adaptif dan inklusif.
DANA III akan dibuka dan dihadiri oleh tamu luar biasa, Dr. Muhammad Sholihin, M.P.S.D.M., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Turut mendampingi, Desi Ratna Sari, S.H., Ketua PWNA Jawa Timur, serta Rinrin Marlia Azhary, S.S., Ketua Bidang Advokasi Sosial dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.
Proses menuju DANA III berlangsung ketat dan terukur. Peserta diwajibkan telah mengikuti DANA I dan II, mampu membaca Al-Quran secara tartil, mengisi surat kesediaan, serta menyusun karya tulis. Dari rangkaian seleksi tersebut, puluhan kader dinyatakan lolos, baik secara penuh maupun dengan catatan penguatan tertentu.
Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur—mulai dari Tulungagung, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Malang, Banyuwangi, hingga perwakilan PWNA Jawa Timur dan DPD IMM Jawa Timur.
Daftar peserta yang dinyatakan lolos telah diumumkan pada (24/12/2025), setelah proses pendaftaran dan unggah karya tulis pada (23/12/2025) pukul 23.59 WIB. Keragaman latar belakang peserta mencerminkan wajah Nasyiatul Aisyiyah yang inklusif, membuka ruang belajar bersama bagi kader dengan pengalaman dan dinamika lokal yang berbeda.
Selama tiga hari pelaksanaan, DANA III dirancang sebagai ruang dialog ideologi, penguatan kepemimpinan, dan pengasahan perspektif gerakan perempuan berkemajuan. Tidak hanya menekankan aspek keislaman dan keorganisasian, kegiatan ini juga mengajak peserta membaca tantangan zaman dengan kacamata keadilan sosial, kesetaraan, dan keberpihakan pada kemanusiaan.
Melalui DANA III, PWNA Jawa Timur kembali menegaskan bahwa kaderisasi adalah jantung gerakan. Dari ruang-ruang pendidikan inilah, Nasyiatul Aisyiyah menyiapkan perempuan-perempuan tangguh—yang tidak hanya mampu berdiri di barisan depan, tetapi juga setia menjaga nilai, merawat inklusivitas, dan menyalakan obor gerakan perempuan muda berkemajuan di masa depan.


0 Tanggapan
Empty Comments