Dalam rangka mengisi momentum bulan suci dengan penguatan ideologi, guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb PS) menyelenggarakan kegiatan Deep Talk with Ramadan pada Senin (16/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aveross Hall ini berjalan dengan khidmat.
Acara tersebut menghadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Gresik, Ustaz Tajun Nashr, Lc., M.Pd., sebagai narasumber utama.
Mengusung tema “Wudu dan Salat Sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT)”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman fikih ibadah praktis bagi para pendidik agar selaras dengan tuntunan resmi Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya, Tajun menjelaskan bahwa wudu secara istilah merupakan bagian dari thaharah yang bersifat hissi atau fisik. Ia menegaskan bahwa praktik wudu bertumpu pada empat anggota tubuh yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Empat bagian tersebut meliputi wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Ia juga menjelaskan perbedaan antara rukun dan sunah dalam pelaksanaan wudu. Selain niat sebagai dasar, rangkaian wudu mencakup membaca basmalah, bersiwak, hingga anjuran berkumur secara sungguh-sungguh (mubalaghah).
Terkait mengusap kepala, ia menjelaskan adanya fleksibilitas dalam Himpunan Putusan Tarjih. Metode yang dapat dilakukan antara lain mengusap seluruh bagian kepala dari depan ke belakang lalu kembali ke depan, atau mengusap sebagian kepala seperti ubun-ubun bagi yang mengenakan penutup kepala.
Selain wudu, materi juga membahas syarat sah dan rukun salat. Disampaikan bahwa kesucian dari hadas dan najis, menutup aurat, serta ketepatan waktu menjadi syarat utama sebelum melaksanakan salat.
Dalam praktik gerakan salat, ditekankan pentingnya posisi tubuh yang benar serta ketenangan (tuma’ninah). Salat dimulai dengan berdiri tegak disertai niat yang tulus karena Allah. Posisi tangan saat bersedekap diletakkan di dada tanpa diangkat terlalu tinggi.
Penjelasan juga mencakup rukun salat secara berurutan, termasuk kewajiban membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat serta posisi punggung yang harus lurus ketika rukuk.
Selain itu, dijelaskan pula mengenai posisi jari telunjuk saat tasyahud yang menjadi salah satu aspek praktik ibadah yang sering menjadi pembahasan di kalangan jamaah.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi terkait berbagai persoalan ibadah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari maupun saat mendampingi siswa di sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 GKB tidak hanya menjalankan ibadah sebagai rutinitas, tetapi juga memahami dasar hukum dan tata cara pelaksanaannya sesuai Himpunan Putusan Tarjih.





0 Tanggapan
Empty Comments