
Bagaimana Universitas Mengatasi Tantangan di Atas?
Abdul Mu’ti mengatakan, jawaban atas pertanyaan tergantung pada komitmen akademisi untuk memenuhi tanggung jawab akademik. Pertama tanggung jawab intelektual, di mana akademisi sebagai ilmuwan dapat mengembangkan penelitian untuk mengatasi berbagai permasalahan bumi.
Kedua tanggung jawab moral. Akademisi adalah orang-orang yang mempunyai moralitas tinggi. Dengan karakternya yang tulus dan objektif, akademisi sebagai agen moral selalu dapat menyuarakan mereka yang tidak bersuara, mengadvokasi mereka yang rentan, memperkuat mereka yang paling lemah, dan komitmen moral lainnya untuk menyelamatkan dunia. Kerusakan dunia disebabkan oleh rusaknya moral.
Ketiga tanggung jawab spiritual. Menurut Mu’ti orientasi materialistis tidak dapat membawa umat manusia untuk hidup damai. Kehidupan materialistis telah mengakibatkan segregasi sosial, eksplorasi manusia, perbudakan modern, kekosongan, keterasingan, depresi, dan sebagainya.
Karena masalah-masalah tersebut, semakin banyak orang yang melakukan bunuh diri. “Akademisi mempunyai tanggung jawab spiritual tidak hanya untuk memberikan makna dalam kehidupannya sendiri tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan dan optimisme demi kehidupan masa depan yang bermakna, di dunia dan di akhirat,” katanya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments