Pengajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan PDM Kota Batu dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Kota Batu pada Ahad, 29 Maret 2025. Pemateri dalam kajian tersebut adalah Dr. H. M. Sholihin Fanani, M.PSDM., Wakil Ketua PWM Jawa Timur. Tema yang diangkat adalah peningkatan ibadah pasca Ramadan sebagai bukti cinta kepada Allah.
Dalam kajian yang dirangkaikan dengan halal bihalal keluarga besar Muhammadiyah Kota Batu itu, Sholihin menyampaikan tentang tanda bertambahnya iman. Yaitu seseorang semakin bertambah keyakinannya terhadap agama Allah SWT dan semakin rajin dalam beribadah. Hal ini ditunjukkan dengan sikap istiqamah dalam menjalankan ketaatan.
“Tanda Allah memberikan nikmat iman adalah ‘tambah suwe tambah yakin, tambah suwe tambah rajin’, itu tandanya,” ujarnya dengan mantap.
Sholihin juga menyampaikan empat nasihat terakhir Rasulullah saw. Pertama, bertakwa kepada Allah, kedua, berpegang teguh pada sunah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. “Nasehat yang ketiga adalah mendengar dan taat serta saling menasihati. Sementara yang terakhir adalah menjauhi segala bentuk bid’ah.”
Adapun ciri-ciri orang yang bertakwa kepada Allah antara lain. Pertama, senantiasa mengingat Allah melalui doa-doa dalam setiap aktivitas yang diajarkan Rasulullah. Kedua, berusaha berubah menjadi lebih baik, terutama dalam sikap karena sikap menentukan arah kehidupan.
“Tanda lainnya adalah memiliki akhlak yang baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia.”
Menurut Sholihin, takwa juga bermakna taat dan memberikan manfaat bagi orang lain. Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan kebenaran dan keadilan yang tidak dapat diubah oleh siapa pun.
Untuk menjalankan agama secara sempurna, terdapat empat hal yang perlu diperhatikan. Pertama, berhati-hati terhadap perkara halal dan haram. Kedua, mau mendengar dan saling menasihati. Ketiga, ta’awun atau saling tolong-menolong. Terakhir, melaksanakan amar makruf nahi mungkar.
Sholikhin juga menegaskan bahwa siapa pun yang menolong agama Allah dan taat kepada-Nya akan mendapatkan pertolongan serta derajat yang tinggi dari Allah Swt.
Di akhir kajian, disampaikan pula pentingnya bermaaf-maafan, terutama pada hari Idulfitri.





0 Tanggapan
Empty Comments