Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangagung, Muhammad Arromuharmuzi M.PdI menunjukkan enam syarat menuntut ilmu di hadapan siswa-siswi Sendang -Gayam non asrama SMPM 12 (Spemudas) Paciran Lamongan di Mushala Baiturrahim, Senin (2/3/2026).
Kultum yang disampaikan oleh guru yang bertugas sesuai jadwal, dijalankan secara rutin usai salat Dzuhur, kecuali hari Jumat, pasalnya Jumat adalah hari libur KBM bagi SMP yang berlokasi di Jalan Raya Klengan Sendangagung Paciran Lamongan dan muridnya berjumlah seribu lebih ini.
Wakasis Spemudas Paciran, Muhammad Raji S.Pd merasa bersyukur bisa menciptakan nuansa Ramadan di lingkunganĀ Spemudas menjadi lebih baik dan lebih religi, khususnya setelah diadakan kegiatan tadarus usai KBM dilanjut salat jamaah Dzuhur dan selalu ada kultum setiap usai jamaah.
“Ada banyak hikmah Ramadan yang disampaikan para guru di Kultum Ramadan, selain itu, anak Sendang -Gayam non asrama atau santri kalong iniĀ lebih banyak baca Al-Quran, karena sebelumnya mereka harus tadarus, semoga bisa khatam minimal sekali (30 juz) di bulan suci ini,” harap ayah satu anak ini.
Sementara itu, Muhammad Arromuharmuzi, guru senior Spemudas yang merangkap Sekretaris PRM Sendangagung ini mengajak jamaah mushala Baiturrahim ini untuk memperhatikan syarat-syarat penting dalam menuntut ilmu atau thalabul Ilmi.
“Wahai saudaraku, kamu tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal: kecerdasan, kesungguhan, ambisi cari ilmu, biaya, bergaul dengan guru, dan waktu yang lama” (Imam Syafi’i),” terang Arromuharmuzi yang juga Kamad Aliyah Al-Ishlah Sendangagung ini.
Usai membacakan kata mutiara Arab atau mahfudlat yang sering dijadikan hafalan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) Al-Ishlah tersebut, Ustadz yang juga anggota Korps Mubaligh PCM Paciran lantas mengurai satu persatu dari enam syarat menuntut ilmu.
Di ujung kultumnya, dia mengajak jamaah untuk belajar lebih sungguh-sungguh, lebih ambisius atau selalu merasa haus ilmu, bermitra atau menjadi guru sebagai pendidik yang dihormati, dan bersabar karena thalabul Ilmi itu butuh waktu dan biaya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments