Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ustaz Adi Hidayat Beri Solusi Hadapi Fitnah Akhir Zaman dengan Al-Qur’an dan Hadis

Iklan Landscape Smamda
Ustaz Adi Hidayat Beri Solusi Hadapi Fitnah Akhir Zaman dengan Al-Qur’an dan Hadis
Ustaz Adi Hidayat. Foto UAH Official
Oleh : Agus Wahyudi

Ceramah Ustaz Adi Hidayat (UAH) menegaskan bahwa tantangan akhir zaman tidak hanya berkaitan dengan tanda-tanda Kiamat, tetapi juga krisis moral, sosial, dan digital yang semakin kompleks.

Dalam khotbah Jumat, UAH mengajak umat Islam untuk kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai solusi utama menghadapi fitnah akhir zaman, sekaligus memperkuat iman, rasa syukur, dan ketakwaan sebagai fondasi kehidupan.

UAH mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan tiga hal utama dalam kehidupan, yakni iman, rasa syukur, dan ketakwaan.

Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga kehidupan manusia, baik di dunia, di alam kubur, hingga di akhirat kelak. Dia juga berharap momentum Jumat menjadi sarana meraih keberkahan dan mengantarkan umat menuju husnul khatimah.

UAH menjelaskan bahwa istilah “akhir zaman” tidak hanya dimaknai sebagai waktu menjelang Kiamat, tetapi dimulai sejak diutusnya Nabi Muhammad saw sebagai rasul terakhir hingga berakhirnya kehidupan dunia.

Ia mengutip awal Surah Al-Qamar yang menggambarkan dekatnya kiamat, sekaligus menjadi penegasan bahwa Nabi Muhammad saw adalah pembimbing umat hingga akhir zaman.

“Sejak diutusnya Rasulullah, itulah awal periode akhir zaman yang berlangsung hingga kiamat tiba,” jelasnya seperti dikutip dalam kanal Youtube Adi Hidayat Official.

Panduan Hidup dari Nabi untuk Setiap Zaman

UAH menekankan bahwa Rasulullah saw telah memberikan panduan lengkap menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Panduan tersebut tertuang dalam Al-Qur’an dan hadis yang disusun secara sistematis oleh para ulama.

“Salah satu contoh adalah karya Imam Bukhari yang merangkum hadis dalam berbagai tema kehidupan, mulai dari iman, ilmu, bisnis, hingga persoalan akhirat,” kata waki ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadyah itu.

Menurut UAH, tidak ada sistem kehidupan lain yang sekomprehensif Islam, karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, dari hal sederhana seperti adab sehari-hari hingga persoalan kompleks seperti ekonomi, pemerintahan, dan kematian.

UAH lantas mengutip hadis riwayat Abu Hurairah yang diriwayatkan dalam kitab sahih karya Imam Muslim.

Hadis tersebut menjelaskan beberapa tanda mendekati Kiamat, di antaranya:

  • Hilangnya ilmu karena wafatnya para ulama
  • Maraknya kebohongan dan manipulasi
  • Meluasnya fitnah di masyarakat
  • Percepatan zaman, termasuk kemajuan teknologi
  • Munculnya fenomena digital yang memudahkan akses informasi

UAH menyoroti fenomena saat ini, di mana banyak orang berbicara tentang agama tanpa keilmuan yang memadai, terutama melalui media digital.

“Ketika ulama mulai ditinggalkan dan orang tanpa kompetensi dijadikan rujukan, itulah tanda zaman yang harus diwaspadai,” tegasnya.

Fenomena Digital dan Tantangan Moral

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

UAH juga menyoroti dampak era digital yang membawa kemudahan sekaligus ancaman. Ia menyebutkan berbagai masalah modern seperti:

  • Penyebaran hoaks
  • Judi online
  • Konten pornografi dan pergaulan bebas
  • Penipuan digital

Menurutnya, semua fenomena tersebut telah dijelaskan dalam hadis Nabi sebagai bagian dari tantangan akhir zaman.

Sebagai solusi, UAH menekankan pentingnya kembali kepada Al-Qur’an dan hadis secara substansial, bukan sekadar slogan.

Dia mencontohkan penggunaan Surah Al-Hujurat ayat 6 sebagai pedoman dalam menyikapi informasi: “Jika datang orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti.”

UAH menegaskan bahwa orang beriman harus mampu memverifikasi informasi, tidak mudah terpengaruh, dan menggunakan akal serta pengetahuan sebelum mengambil keputusan.

Pentingnya Kurikulum Hidup dalam Islam

UAH menjelaskan bahwa Al-Qur’an dan hadis merupakan “kurikulum hidup” yang harus dipelajari sesuai bidang masing-masing.

Ia mendorong pebisnis mempelajari ayat dan hadis tentang ekonomi, aparat mempelajari nilai keadilan dalam Islam, pelajar mendalami ilmu sebagai ibadah, dan  tenaga kesehatan memahami etika profesi dalam Islam.

Dengan pendekatan ini, setiap profesi dapat menjalankan perannya sesuai tuntunan agama.

UAH juga mengingatkan bahwa dosa tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan.

Ia mencontohkan kasus korupsi, di mana bukan hanya pelaku yang menanggung akibat, tetapi juga keluarga yang kehilangan kehormatan dan masa depan.

Di akhir khotbah, UAH mengajak umat Islam untuk melakukan hijrah yang hakiki, yaitu memperbaiki diri sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Hijrah, menurutnya, bukan sekadar berpindah kelompok atau mengikuti tren keagamaan, melainkan memperbaiki akhlak, memahami agama secara benar, dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari

Dia menutup dengan doa agar umat Islam diberi kekuatan menjalani kehidupan dengan baik dan wafat dalam keadaan husnul khatimah. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 03/04/2026 16:18
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡