Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani yang digelar di Masjid At Taqwa Bojonegoro, Ahad (17/5/2026), berlangsung penuh khidmat dan menyentuh hati jamaah.
Kegiatan yang menghadirkan Ketua LDK PP Muhammadiyah, Ustadz Muchammad Arifin, M.Ag dari Surabaya, Jawa Timur ini mengangkat tadabbur Surat Al-Kautsar ayat 1–3 dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Dalam tausiyahnya, Ust. Muchammad Arifin mengajak jamaah memahami bahwa Surat Al-Kautsar yang singkat ternyata menyimpan pesan kehidupan yang sangat mendalam. Ayat pertama dijelaskan sebagai bentuk pengingat bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT. Nikmat tersebut tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, keluarga, waktu, dan kesempatan hidup dalam iman.
“Sering kali manusia lebih sibuk memikirkan apa yang belum dimiliki, hingga lupa mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Pada ayat kedua, beliau menegaskan bahwa setiap nikmat yang diberikan Allah harus digunakan untuk mendekat kepada-Nya. Perintah shalat dan berkurban menjadi simbol bahwa nikmat sejatinya harus melahirkan ibadah, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama.
Beliau juga mengaitkan pesan ayat tersebut dengan kondisi kehidupan modern saat ini. Banyak manusia yang diberikan nikmat, namun justru menggunakannya untuk mengikuti hawa nafsu, mengejar popularitas, dan tenggelam dalam kesibukan dunia hingga melupakan Allah SWT.
Sementara pada ayat ketiga, jamaah diajak merenungi peringatan Allah tentang akibat dari cara manusia menggunakan nikmat. Menurutnya, orang yang jauh dari Allah sejatinya sedang kehilangan keberkahan hidupnya sendiri.
Kajian berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa video pendamping yang ditampilkan membuat suasana pengajian terasa hidup. Jamaah tampak beberapa kali tertawa, namun di saat yang sama juga larut dalam suasana haru dan renungan mendalam.
Melalui pengajian ini, jamaah diharapkan tidak hanya memahami ibadah kurban sebatas ritual tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menyembelih ego, serta menggunakan seluruh nikmat Allah di jalan yang diridhai-Nya.
“Jangan sampai nikmat yang Allah berikan justru menjauhkan kita dari Allah,” pesan penutup yang disampaikan Ust. Muchammad Arifin dan menjadi renungan mendalam bagi jamaah yang hadir. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments