Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kultur keislaman di lingkungan sekolah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik menggelar kegiatan Studi Tiru ke dua lembaga pendidikan ternama di Yogyakarta (12-13/6/2026).
Kunjungan yang berlangsung strategis ini menyasar SD Muhammadiyah Condong Catur (SDMCC) Depok Sleman dan Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan, Yogyakarta.
Rombongan yang terdiri dari Ketua PCM Gresik beserta jajarannya, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Gresik beserta jajarannya, para kepala sekolah SD Muhammadiyah komplek Gresik kampus A dan B serta SMP Muhammadiyah 1 Gresik, dan para bapak ibu kepala urusan masing-masing lembaga ini disambut dengan kehangatan dan keterbukaan oleh pihak tuan rumah.
Agenda utama dari studi tiru ini adalah melakukan komparasi langsung, menyerap praktik baik, serta mendalami strategi pengelolaan sekolah unggulan.
Pada sharing session dengan SDMCC, Rombongan diterima dengan hangat oleh Sulasmi, M.Pd. selaku Kepala sekolah.
Pemilihan SDMCC oleh rombongan ini bukan tanpa sebab, karena reputasinya yang luar biasa dalam menyeimbangkan prestasi akademik tingkat nasional dengan penguatan karakter siswa terbukti selama tahun 2025 sekolah yang berada di bawah naungan PCM Depok ini meraih 1680 prestasi yang sudah terkurasi oleh Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Selama kunjungan, rombongan dari Gresik mempelajari sistem penjaminan mutu, manajemen kurikulum berbasis inovasi, serta pengelolaan ekstrakurikuler yang mampu melejitkan bakat unik setiap murid.
Setelah puas mengulik SDMCC, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Modern MBS Prambanan Yogyakarta. Di sini, fokus utama studi tiru bergeser pada integrasi kurikulum kepesantrenan dengan kurikulum nasional, serta pembentukan karakter mandiri santri melalui kehidupan boarding school.
Manajemen sekolah berkonsep boarding school ini mempunyai hampir 3000 santri dari 16 provinsi yang ada di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat diluar Yogyakarta pun menaruh perhatian dan kepercayaan yang besar pada sekolah yang mempunyai luas hampir satu hektar tersebut.
Rombongan Dikdasmen PNF PCM Gresik secara khusus meminta kepada pengelola PPM MBS untuk membedah manajemen pengelolaan pondok, strategi penanaman nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), hingga sistem kaderisasi penegak dakwah.
Kultur kedisiplinan, kemandirian, dan pembiasaan ibadah secara konsisten di PPM MBS Prambanan dinilai menjadi kunci utama keberhasilan lembaga ini dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.
Melalui kegiatan ini, Dikdasmen PNF PCM Gresik berkomitmen tidak hanya sekadar membawa pulang teori, melainkan rencana aksi nyata.
Studi tiru ini diharapkan menjadi batu loncatan besar bagi amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan di bawah naungan PCM Gresik, agar mampu berdiri sejajar sebagai sekolah-sekolah berkemajuan yang unggul secara mutu, diminati masyarakat, dan memiliki akar kultur islami yang kuat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments