Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MSCON 2026 Jadi Ruang Penguatan Literasi Ilmiah dan Gagasan Kader IPM Jatim

Iklan Landscape Smamda
MSCON 2026 Jadi Ruang Penguatan Literasi Ilmiah dan Gagasan Kader IPM Jatim
Suasana Kegiatan Muhammadiyah Student Conference (MSCON) 2026 (Ahmad Hoiron/PWMU.CO)
Oleh : Ahmad Hoiron
pwmu.co -

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan Muhammadiyah Student Conference (MSCON) 2026 di Aula Lantai 2 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim pada Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan ini mengusung tema Abadi dalam Pena: Mewujudkan Pelajar Berdampak untuk Semesta yang menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas kader IPM, khususnya dalam mengembangkan pemikiran kritis, kemampuan menulis, serta literasi ilmiah sebagai bekal menghadapi tantangan pada masa mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana MSCON 2026, Azmi Izzuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari keresahan mengenai sejauh mana kader IPM mampu mengambil manfaat dari proses berorganisasi setelah masa kepengurusan berakhir.

“Ada pertanyaan di pundak kita, setelah selesai di IPM apa yang kita dapat? Mungkin selama di IPM kita mendapatkan sertifikat, jabatan, pengalaman pulang larut malam, tetapi pengalaman sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu menjadi pemikir. Hal itu yang menjadi bekal setelah purna dari IPM, yaitu memiliki daya pikir kritis untuk mengarungi kehidupan selanjutnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa setiap proses diskusi harus menghasilkan gagasan yang dapat dibawa dan dikembangkan. Menurutnya, kemampuan berpikir menjadi langkah awal bagi kader untuk menghadirkan perubahan melalui ide dan tindakan nyata.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PW IPM Jatim, Farhan Alif Ujilast, menegaskan bahwa budaya tulis-menulis merupakan bagian penting dalam perjalanan kader IPM.

“Budaya tulis menulis telah menjadi obsesi kader IPM. Sejak di tingkat pimpinan ranting, banyak kader yang memiliki gagasan dan mampu menerbitkan buku. Gagasan tersebut menjadi motivasi dalam ber-IPM,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menyebutkan bahwa perjalanan IPM dari masa ke masa tidak pernah terlepas dari tradisi literasi. Karya tulis kader menjadi rekam jejak pemikiran yang dapat diwariskan dan menjadi bagian dari sejarah gerakan.

Menurutnya, Generasi Z yang saat ini mendominasi kader IPM memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap literasi. Hal tersebut terlihat dari ketertarikan mereka dalam mencari informasi, membaca buku, hingga mengembangkan wawasan melalui berbagai sumber pengetahuan.

Melalui MSCON 2026, budaya literasi diarahkan pada penguatan literasi ilmiah yang dapat dipublikasikan. Selama ini, kajian dan referensi ilmiah mengenai gerakan IPM masih relatif terbatas, khususnya yang membahas aktivitas kader IPM di Jawa Timur.

Ia berharap ke depan semakin banyak kader IPM yang memiliki latar belakang akademik dan mampu melakukan riset serta menghasilkan publikasi ilmiah tentang berbagai gerakan, gagasan, dan kontribusi IPM bagi masyarakat.

“Harapannya, suatu saat nanti kader yang memiliki latar belakang studi dapat melakukan riset-riset yang terpublikasikan mengenai apa saja yang telah dilakukan oleh IPM, terutama IPM Jawa Timur,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Zahra Putri Pratiwig - 15/06/2026 09:57
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu