Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya, menyelenggarakan Pengajian Ahad PagiMu, Ahad (17/05/2026). Acara ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Dr Hidayatulloh, M.Si sebagai penceramah. Di sela-sela kegiatan, Lazuardy Arkoun Abqaraya, murid 4-B SD Muhammadiyah 4 Surabaya mewawancarainya. Ini cerita Abqaraya wawancarai pria yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu.
***
Pagi ini saat bangun tidur aku langsung bersemangat. Aku mendapat tugas untuk wawancara Dr. Hidayatulloh M.Si, Wakil Ketua PWM Jawa Timur sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Sekitar pukul 06.00 WIB, dengan semangat aku berangkat ke sekolah. Bahkan saat berangkat, aku belum tahu siapa pasangan wawancaraku. Sebab, Ustadz Anang Pujimanto sebagai pembimbingku belum memberitahu.
Sampai di sekolah, aku menuju Perpustakaan untuk latihan sebelum wawancara. Disitulah baru diberitahu jika tugas wawancara pagi ini bersama Hanina (Siti Hanina Fatimah, red), anak kelas 3. Alhamdulillah pikirku, sebab sebelumnya aku sudah pernah berpasangan wawancara dengannya.
Awalnya, Ustadz Anang menyampaikan wawancara dilaksanakan sebelum Pak Dayat menyampaikan tausiah. Namun jadwal diganti setelah tausiah. Beruntung dengan waktu lebih banyak itu aku punya banyak waktu belajar apa yang nanti aku tanyakan. Sebab, aku belum belajar sama sekali dan belum tahu pertanyaan-pertanyaan apa yang nanti aku sampaikan kepada pemateri.

Ada empat pertanyaan yang aku sampaikan dan Hanina. Kami berbagi tugas. Hanina bertugas bertanya dua pertanyaan pertama dan membuka wawancara. Sedangkan aku dapat dua pertanyaan terakhir sekaligus menutup wawancara.
Berikut beberapa pertanyaan yang aku dan Hanina sampaikan kepada pemateri. Pertama, apa jabatan Bapak Hidayatulloh di Persyarikatan Muhammadiyah, dan apa saja tugas-tugasnya.
Pertanyaan kedua, beberapa waktu lalu dirilis 10 besar daftar sekolah dasar terbaik se-Indonesia, dan sekolah Muhammadiyah mendominasi dalam daftar tersebut. Bagaimana pendapat Bapak tentang hal tersebut. Nah, dua pertanyaan itu tugas untuk Hanina.
Sedangkan tugasku adalah bertanya tentang bagaimana kiprah pendidikan Muhammadiyah dalam kancah internasional. Pertanyaan terakhirnya apa pesan-pesan Bapak untuk siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Surabaya.
Selama wawancara berlangsung direkam oleh Ustadz Anang. Yang aku ingat pesan Pak Dayat kepada siswa-siswi Mudipat adalah bahwa SD Muhammadiyah adalah SD percontohan Nasional. Oleh karena itu Pak Dayat berharap sekolah ini bisa tambah berkembang, dengan siswa-siswinya rajin belajar, dan terus bersemangat.
Saat menutup wawancara, tidak lupa aku ucapkan terima kasih atas waktunya, dan aku doakan semoga Pak Dayat dilancarkan rizkinya, sehat dan sukses selalu.
Aku senang sekali saat mendapat tugas wawancara, karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat. Terlebih tokoh Muhammadiyah. Semoga aku kelak bisa menjadi orang hebat, doakan ya!
***
Pengalaman duet 2 wartawan cilik ini juga terekam dalam berita berikut: Dulu Duet Kakaknya, Sekarang Duet Adiknya: Dua Wartawan Cilik Mudipat Wawancarai Ketua PP Muhammadiyah.





0 Tanggapan
Empty Comments