Di sela-sela Halalbihalal Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Surabaya (19/04/2026), dua wartawan cilik SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat) ikut bergabung. Adalah Lazuardy Arkoun Abqaraya (4-B) dan Siti Hanina Fatimah (3-G), yang mewawancarai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Syafiq A. Mughni.
“Apa jabatan bapak di Pipinan Pusat Muhammadiyah dan apa saja tugas-tugasnya?” tanya Hanina mengawali wawancara. Dengan sabar, Syafiq pun menjelaskan tugas-tugas yang diembannya sebagai salah satu Ketua PP Muhammadiyah periode 2022-2027 yang membidangi Hubungan dan Kerja Sama Internasional.
“Apa pesan-pesan bapak untuk siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Surabaya,” giliran Raya, panggilan Lazuardy Arkoun Abqaraya, ikut bertanya. Pesan-pesan pun meluncur dari Syafiq tentang rajin ibadah dan belajar, serta taat pada orangtua dan guru.
Kepada PWMU.CO, warcil ini mengungkapkan perasaaanya usai mewawancarai. “Aku sangat senang karena dia seorang profesor,” kata Raya sambil menyatakan dirinya tidak grogi untuk wawancara. Meski saat itu dilihat banyak orang.
Yang tidak dilupakan, orang-orang yang melihatnya tadi justru tertawa dan mengamini kata-kata Raya saat mengakhiri wawancara. “Di akhir wawancara aku mengucapkan terima kasih atas waktunya bapak. Semoga pekerjaannya lancar dan rezekinya dilipatgandakan. Terus semuanya bilang Amiin,” cerita Raya sambil mengucap salam mengakhiri wawancara.
Menariknya, ternyata duet warcil kali ini seperti pengulangan pengalaman kakak dari kedua siswa tersebut. Di sekolah yang sama, kakak dari Raya dan Hanina juga sering bertugas bersama sebagai warcil Mudipat. Termasuk melakukan wawancara.
Delapan tahun silam misalnya, Iqbal Paradis Alhaedar (kakak dari Raya) dan Zhafira Cinta Ilma (kakak dari Hanina), menjadi duet pewawancara. Seperti yang dicatat oleh PWMU.CO, Iqbal dan Cinta pada 14 Desember 2018 mewawancarai tamu dari Leeds City, Inggris, Muhammed Adam Aslam. Sebuah pengalaman wawancara yang tidak lazim, karena harus memakai bahasa Inggris.
Kala itu, wawancara dilakukan dengan bahasa Inggris menyesuaikan bahasa sang narasumber. Kelucuan wawancara “tahu apa yang ditanyakan tapi tidak tahu maksud jawaban” itu terekam dalam berita: Kali Pertama Wawancarai Orang Asing dengan Bahasa Inggris, Begini Perasaan Wartawan Cilik SD Mudipat Surabaya.
Ah, ada-ada saja. Warcil saja diwariskan, bisa turun-temurun dari kakak ke adik.





0 Tanggapan
Empty Comments