SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (Smamsa) menggelar prosesi wisuda angkatan ke-58. Berbeda dengan seremonial pada umumnya, wisuda kali ini diisi dengan penampilan berbagai ekstrakurikuler unggulan serta capaian program tahfiz yang dimiliki sekolah. Acara resmi dibuka dengan penampilan program tahfiz berupa lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan siswa.
Dalam catatan rekam jejak sekolah, Smamsa memiliki beragam ekstrakurikuler yang aktif mencatatkan prestasi. Salah satunya adalah ekskul tari tradisional yang merupakan finalis SMA Award 2025.
Selain tari tradisional, hadir pula penampilan dari ekskul Yosakoi. Ekskul yang pernah mengukir prestasi di tingkat nasional ini membawakan perpaduan tari tradisional Jepang dan gerakan modern di hadapan para wisudawan, wisudawati, serta wali murid yang hadir.
Tak ketinggalan, ekskul Tapak Suci yang baru saja membawa pulang piala dalam ajang Chusnan David tahun ini turut unjuk gigi. Seni bela diri ini secara konsisten menyumbang gelar juara bagi sekolah di tingkat provinsi hingga nasional setiap tahunnya.
Rangkaian acara juga menampilkan ekskul Paskibra yang baru-baru ini meraih Juara Siaga 2 dalam ajang LKBB Sigap. Di luar tim yang tampil di panggung, Smamsa juga memiliki fokus pengembangan bakat siswa melalui berbagai ekskul lain seperti English Club, jurnalistik, dan ekskul bahasa Jepang. Perpaduan momen formal dan unjuk bakat ini membuat jalannya acara berlangsung secara interaktif.
Sebagai pemungkas rangkaian wisuda, SMA Muhammadiyah 1 Surabaya menghadirkan Ustaz Abd Musa untuk menyampaikan tausiyah sebagai pembekalan bagi para lulusan kelas XII.
Mengawali ceramahnya, Ustaz Abd Musa menyampaikan pantun jenaka yang disambut tawa para siswa, dilanjutkan dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka menyelesaikan tiga tahun masa pendidikan di Smamsa.
Dalam inti tausiyahnya, Ustaz Abd Musa menekankan pentingnya moralitas seorang lulusan dalam menghormati pendidik.
“Sebagai murid, kita harus senantiasa menghargai dan menghormati guru. Saya sangat yakin, setiap capaian dan prestasi hebat yang telah ditorehkan oleh siswa-siswi hari ini, mutlak ada andil, kerja keras, dan rida para guru dalam perjalanan akademis kalian,” tegas Ustaz Abd Musa di hadapan para wisudawan.
Ia juga mengajak seluruh lulusan untuk tidak melupakan kewajiban spiritual setelah meninggalkan bangku sekolah.
“Sering-seringlah untuk bersyukur atas seluruh nikmat yang diberikan Tuhan. Saya juga mendoakan para siswa dan siswi sekalian agar langkah kalian ke depan selalu mendapatkan karunia dan ampunan dari-Nya,” pungkasnya sembari menutup ceramah dengan doa bersama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments