Ada yang menarik dalam Pelatihan dan Workshop Jurnalistik Digital bertema “Membangun Kreativitas Melalui Jurnalistik dan Transformasi Digital” yang diselenggarakan MPID di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, Sabtu (8/8/2026).
Lima narasumber laki-laki dipercaya mengisi kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai latar belakang tersebut. Pelatihan berjalan lancar sejak narasumber pertama hingga kedua. Namun, memasuki sesi narasumber ketiga, muncul perhatian peserta terhadap sebuah tulisan yang tercetak dalam materi kegiatan.
Salah seorang peserta memberikan kritik kepada panitia terkait penggunaan kata “kreatifitas” yang tercantum dalam materi.
Pak Misbah selaku panitia kemudian memberikan klarifikasi bahwa kesalahan tersebut berasal dari proses percetakan. Sementara itu, tulisan pada sertifikat peserta telah menggunakan kata “kreativitas” dengan benar.
Kejadian tersebut menjadi salah satu dinamika kecil dalam pelaksanaan pelatihan. Setelah itu, kegiatan tetap berlangsung dengan agenda coffee break dan ishoma.
Hal menarik kembali terjadi ketika memasuki sesi narasumber keempat. Tulisan pada salah satu slide materi berukuran kecil sehingga sulit dibaca peserta.
Bahkan, narasumber harus maju mendekati layar untuk membaca materi tersebut. Kesulitan peserta dalam melihat tulisan akhirnya segera direspons panitia.
Panitia kemudian mengirimkan materi melalui grup peserta jurnalistik sehingga peserta tetap dapat mengikuti materi dengan lebih mudah.
Detail kecil tersebut menunjukkan bahwa dalam sebuah kegiatan pelatihan, persoalan teknis yang terlihat sederhana pun dapat memengaruhi kenyamanan peserta dalam menerima materi.
Setelah itu, Pak Misbah menyampaikan keterangan dalam press conference terkait jumlah peserta yang hadir.
” dari Google form terdaftar 50 peserta tapi yang hadir hanya 41 peserta, nanti jika ada kegiatan PDM dari 50 peserta akan saya acak untuk menulis berita, tidak boleh menolak harus mau” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa peserta pelatihan jurnalistik tidak hanya diharapkan menjadi pendengar. Mereka juga dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam praktik jurnalistik, termasuk ketika terdapat kegiatan PDM.
Pada sesi terakhir, narasumber memberikan arahan kepada peserta mengenai cara membuat berita.
Jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di dalamnya terdapat proses belajar untuk mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, sekaligus menghadirkan perubahan melalui tulisan.
Pelatihan tersebut akhirnya memberikan pesan bahwa sebuah tulisan tidak selalu harus terlihat besar untuk memiliki arti. Bahkan, sebuah tulisan sederhana dapat memberikan dampak yang luas ketika ditulis dengan tujuan, informasi, dan kepedulian terhadap pembacanya.
Dari kesalahan kecil dalam sebuah tulisan, persoalan teknis pada slide, hingga praktik membuat berita, pelatihan jurnalistik itu justru memperlihatkan bahwa dunia jurnalistik memiliki banyak hal yang bisa dipelajari.





0 Tanggapan
Empty Comments