Sains bukan sekadar hafalan. Ada rasa ingin tahu, kemampuan bernalar, dan keberanian menghadapi tantangan.
Semangat itulah yang tercermin dalam keikutsertaan 158 siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik dari Level 1 hingga Level 3 dalam Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) 2026.
Koordinator Bina Prestasi Bidang IPA SDMM, Wardatul Khumairok SPd, menjelaskan rangkaian KSNR diawali dengan asesmen sains pada Senin (3/8/2026).
Pilih 30 Persen Siswa Terbaik
Dari seluruh peserta di sekolah, dipilih sekitar 30 persen siswa dengan hasil terbaik untuk mengikuti babak penyisihan yang berlangsung pada Minggu (23/8/2026).
“Selanjutnya akan disaring lagi untuk masuk ke babak semifinal dan terakhir ada babak final” jelas Ustdzah Wanda.
Pelaksanaan KSNR berlangsung sesuai rayon masing-masing. Untuk babak semifinal, berdasarkan informasi awal diperkirakan berlangsung sekitar 20 September 2026, sementara jadwal tersebut masih menunggu kepastian. Adapun babak final dijadawalkan terlaksana di Jakarta.
Menurut Guru Kelas 1 SDMM ini, KSNR bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana melatih siswa agar terbiasa menghadapi soal-soal sains yang membutuhkan penalaran.
“Harapannya, KSNR melatih anak-anak untuk terbiasa dengan soal-soal sains nalaria sehingga kemampuan HOTS anak lebih berkembang. Siswa melakukan yang terbaik dan mendapat hasil maksimal” tuturnya.
Soal Mudah Sulit Jadi Pengalaman
Pengalaman mengikuti babak penyisihan juga dirasakan Ar Nabil Rafani, siswa kelas IV Kyoto SDMM. Ar Nabil mengaku tertantang dengan soal-soal KSNR tahun ini.
“Banyak soal yang mudah, tapi banyak juga yang susah. Jadi tertantang untuk mengerjakannya” celotehnya.
Menariknya, Ar Nabil tidak ingin pengalaman tersebut berhenti setelah ujian selesai. Ia membawa pulang soal yang diberikan panitia untuk diulas kembali bersama orang tuanya.
“Saya bawa pulang soalnya untuk diulas lagi bersama ayah dan bunda di rumah” ujarnya.
Kini siswa kelas IV tersebut berharap bisa melanjutkan perjuangannya ke babak berikutnya. “Semoga saya bisa lolos ke babak berikutnya” harapnya.
Bagi Ustdzah Wanda, pengalaman anak-anak mengikuti KSNR menjadi bagian dari proses menumbuhkan kecintaan terhadap sains sekaligus kemampuan berpikir kritis dan nalaria.
“Semoga bibit-bibit kecil saintis muda Indonesia bisa muncul dari SDMM melalui kegiatan ini” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments