Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Di Sunyi Sujud, Allah Titipkan Rezeki yang Menenteramkan Hati

Iklan Landscape Smamda
Di Sunyi Sujud, Allah Titipkan Rezeki yang Menenteramkan Hati
Ilustrasi: OpenAI
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Salah satu nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya yang istiqamah dalam salat adalah ketenangan hati.

Sebab salat bukan hanya rutinitas ibadah, melainkan perjumpaan spiritual yang menghadirkan kedamaian batin.

Dalam salat terdapat zikir, doa, pengakuan kelemahan, dan ketundukan seorang hamba di hadapan Rabb semesta alam. Inilah yang menjadikan sholat sebagai sumber ketenangan jiwa dan dzikir yang paling lengkap.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Karena itu, ketenangan bukanlah sesuatu yang datang dari luar, melainkan tumbuh dari dalam hati yang senantiasa dipenuhi zikir. Semakin banyak ruang hati yang kita isi dengan mengingat Allah, semakin sedikit ruang bagi kegelisahan untuk tinggal.

Banyak orang yang secara duniawi memiliki segalanya—jabatan tinggi, rumah mewah, kendaraan mahal—namun tetap merasa cemas, gelisah dan tidak bahagia. Mereka mengejar ketenangan dengan liburan, hiburan, bahkan obat penenang, namun hati tetap terasa kosong.

Sebaliknya, kita sering menjumpai orang sederhana—pedagang kecil, petugas kebersihan, atau pekerja harian—yang hidupnya tampak tenang, penuh syukur, dan jarang mengeluh.

Ketika ditanya dari mana ketenangan itu datang, mereka menjawab: “Yang penting saya sholat tepat waktu, Pak. Allah sudah cukup bagi saya.”

Inilah bukti bahwa ketenangan bukan hasil tumpukan harta, tetapi buah dari hati yang dekat dengan Allah.

Memaknai Rezeki Secara Lebih Luas

Sering kali kita membatasi makna rezeki hanya pada hal-hal yang bersifat materi: uang, harta, jabatan, atau keberhasilan dunia. Padahal rezeki Allah jauh lebih luas, lebih dalam, dan lebih menghidupkan jiwa.

Benarkah sesederhana itu makna rezeki?

Padahal, rezeki yang paling berharga sering kali justru tidak kita sadari, karena bentuknya tidak kasatmata dan tidak bisa dihitung angka.

Rezeki yang sangat utama:

1. Nafas yang masih berhembus sempurna.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Bayangkan apabila Allah hentikan napas kita hanya satu detik saja. Semua rencana, pekerjaan, ambisi, dan harapan langsung terhenti. Setiap tarikan napas adalah kesempatan baru yang Allah hadiahkan kepada kita.

2. Keleluasaan dan kesempatan beribadah.

Tidak semua hamba Allah diberi kemampuan untuk berdiri dalam sholat, mengangkat tangan untuk berdoa, atau sekadar melafalkan zikir.

Ada yang sehat tetapi hatinya sulit untuk beribadah. Ada yang ingin sekali kembali kepada Allah, tetapi Allah belum membuka pintu kemudahan baginya.

Kelembutan hati untuk ingin dekat kepada Allah adalah rezeki mahal yang tak bisa dibeli oleh siapapun.

Di banyak rumah sakit, kita melihat orang yang ingin sekali sujud tetapi tubuhnya tak lagi mampu. Ada yang hanya bisa berbaring, menatap langit-langit kamar dengan mata berair sambil berkata lirih: “Andaikan saya masih diberi sehat, saya ingin memperbaiki sholat saya…”

Sementara kita yang masih sehat, bisa berjalan, bisa sujud, kadang melalaikan sholat seakan itu beban. Padahal sujud adalah rezeki, bukan kewajiban semata.

Kesadaran Hamba yang Lemah

Ketika seseorang merenungkan bahwa dirinya tidak mampu melakukan apapun tanpa pertolongan Allah—bahkan sekadar bergerak sekalipun—maka akan tumbuh rasa rendah hati dan syukur yang mendalam.

Jika perenungan ini sempurna, seorang hamba bisa menangis sejadi-jadinya di hadapan Allah karena menyadari betapa besar karunia-Nya yang tidak bisa dihitung.

Sikap ini akan melahirkan ketenangan, tawakkal, dan kelapangan hidup. Sebab siapa pun yang menyerahkan urusannya kepada Allah, Allah akan mencukupinya.

Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa istiqamah dalam sholat, rajin mengingat Allah, dan mampu melihat rezeki bukan hanya sebagai materi tetapi juga sebagai nikmat yang menenangkan jiwa.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡