Sabtu (14/2/2026) lalu, suasana Auditorium Lantai 13 At-Tauhid Tower terasa berbeda. Di tengah rangkaian pembukaan Milad ke-42, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) tak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga menegaskan arah masa depan: kampus hijau berbasis energi terbarukan.
Hari ini, beberapa hari setelah peresmian itu, Stasiun Pengisian Motor Listrik (SPKL) berbasis panel surya yang diluncurkan mulai menarik perhatian mahasiswa.
Sejumlah motor listrik tampak terparkir rapi di titik pengisian daya, menjadi penanda perubahan gaya hidup yang perlahan tumbuh di lingkungan kampus.
Peluncuran SPKL tersebut menjadi bagian dari soft launching fasilitas publik berorientasi lingkungan sehat.
Lebih dari sekadar seremoni milad, langkah ini merupakan komitmen konkret Umsura dalam mendukung percepatan pemanfaatan energi bersih sekaligus pengurangan emisi karbon di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir S.Kep, Ns, M.Kep. FISQua menegaskan, fasilitas charging kendaraan listrik ini terbuka bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
“Ke depan, pengembangan SPKL diharapkan terus dilakukan, termasuk melalui inovasi mahasiswa, agar mampu menjawab meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan sekadar visi. Secara teknis, SPKL ini memanfaatkan 10 panel surya berkapasitas masing-masing 550 Watt Peak (WP). Pada kondisi maksimal di siang hari, sistem mampu menghasilkan daya hingga sekitar 4.000 watt.
Pardono, dosen yang mengembangkan inovasi ini, menjelaskan bahwa rangkaian panel disusun secara seri-paralel dan terhubung dengan inverter yang mendukung sistem on-grid maupun off-grid.
“Untuk saat ini, sistem menggunakan mode off-grid karena pertimbangan perizinan dan aspek teknis lainnya,” jelasnya.
Artinya, energi yang dihasilkan sepenuhnya dikelola secara mandiri tanpa terhubung langsung ke jaringan listrik umum.
Menariknya, sistem ini tidak hanya bergantung pada sinar matahari. Saat malam tiba, suplai daya otomatis beralih ke baterai lithium berkapasitas 48 Volt 100 Ampere yang telah dilengkapi Battery Management System (BMS).
Daya maksimal pada malam hari mencapai sekitar 2.500 watt. Bahkan, kapasitas tersebut masih dapat ditingkatkan hingga di atas 8.000 watt dengan penambahan panel surya baru yang dapat langsung terintegrasi ke sistem.
Dari sisi pengguna, satu unit motor listrik standar berkapasitas sekitar 500 watt memerlukan waktu pengisian kurang lebih tiga jam hingga penuh dari kondisi daya rendah. Dalam pemakaian normal untuk jarak dekat, kapasitas tersebut cukup untuk sekitar dua jam operasional.
Pengembangan instalasi SPKL berbasis panel surya ini merupakan hasil perakitan tim dosen dengan dukungan hibah peralatan. Proses pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI) pun saat ini tengah berjalan.
Namun lebih dari aspek teknis, peluncuran ini membawa pesan simbolik. Di usia ke-42, UMSURA tidak sekadar bertambah matang, tetapi juga menunjukkan keberanian untuk bertransformasi.
Dari kampus konvensional menuju ekosistem akademik yang ramah lingkungan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi masa depan.
“Kehadiran fasilitas ini mempertegas komitmen Umsura dalam membangun ekosistem kampus hijau berbasis teknologi energi bersih dan berkelanjutan,” pungkas Pardono.
Milad mungkin telah berlalu. Namun energi baru yang diluncurkan pada 14 Februari itu, kini benar-benar mulai menyala. Bhanya di panel surya, tetapi juga dalam kesadaran kolektif sivitas akademika tentang pentingnya transisi menuju energi bersih. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments