Suasana sejuk dan asri di Wisata Sendang Sreto, Kecamatan Modo, menjadi saksi semangat baru para calon Dewan Kerabat Hizbul Wathan (HW) dalam kegiatan Diklat Anggota Dewan Kerabat SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para calon pemimpin muda Hizbul Wathan dan menghadirkan Ramanda M. Arief Andriansyah, Wakil Ketua Kwarda HW Lamongan, sebagai pemateri.
Kegiatan ini bertujuan membentuk jiwa kepemimpinan islami, memperkuat karakter, serta meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kepanduan dalam organisasi Hizbul Wathan. Peserta yang terdiri atas calon anggota Dewan Kerabat tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Dalam penyampaian materinya, Ramanda M. Arief Andriansyah menjelaskan pentingnya latihan Hizbul Wathan yang menarik dan menyenangkan sebagai kunci dalam menumbuhkan semangat ber-HW di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa Hizbul Wathan bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, tetapi gerakan kepanduan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah.
“Hizbul Wathan mengajarkan tiga prinsip dasar, yaitu pengamalan aqidah Islamiyah, pembentukan akhlak mulia, dan penerapan kode kehormatan pandu. Melalui prinsip ini, HW tidak hanya mencetak pandu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa pemimpin,” jelas Ramanda Arief, yang juga menjabat sebagai anggota Bidang Diklat Kwarwil HW Jawa Timur.
Ia menekankan bahwa setiap anggota HW diarahkan untuk memperkuat keimanan melalui ibadah, kajian, dan pembinaan spiritual. Melalui pengamalan nilai-nilai keislaman, anggota HW diharapkan memiliki kepribadian yang tangguh, sopan, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Ramanda Arief juga menjelaskan bahwa metode latihan dalam HW dilakukan dengan sistem beregu dan kegiatan berbasis alam terbuka, di mana setiap peserta diajak untuk belajar melalui pengalaman langsung (learning by doing). “Metode ini bukan hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan semangat kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa latihan HW perlu disajikan secara menarik dan menantang agar tidak terkesan monoton. “Pandu HW harus kreatif dalam membuat kegiatan. Gunakan pendekatan edutainment, integrasikan teknologi, dan kombinasikan dengan pendekatan spiritual yang lembut agar latihan lebih hidup dan relevan bagi generasi muda,” imbuhnya.
Menurutnya, kegiatan seperti perkemahan, bakti sosial, tadabbur alam, hingga lomba kreativitas merupakan bentuk latihan yang efektif dalam membentuk kepribadian dan semangat kepanduan Islami. Dengan begitu, peserta dapat belajar tidak hanya dari teori, tetapi juga dari pengalaman nyata di lapangan.
Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Dalam sesi tersebut, para calon Dewan Kerabat HW SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring menyampaikan pengalaman dan kendala yang dihadapi selama menjalankan kegiatan HW di sekolah.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa tantangan terbesar adalah menumbuhkan semangat teman-teman untuk aktif dalam kegiatan HW. Banyak siswa yang masih menganggap HW sebagai kegiatan tambahan, bukan bagian penting dari pembentukan karakter di sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Ramanda Arief menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dan pendekatan personal terhadap anggota yang kurang termotivasi. “Sebagai calon pemimpin, kalian harus menjadi teladan. Ajak teman-teman dengan cara yang santai dan menyenangkan. Buat kegiatan yang tidak membosankan, yang bisa membangkitkan semangat mereka untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya penuh motivasi.
Ia menekankan bahwa seorang Dewan Kerabat harus memiliki semangat kepanduan dan tanggung jawab moral untuk menghidupkan gerakan Hizbul Wathan di sekolah. Dengan kerja sama dan ide kreatif, semangat kepanduan dapat tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta saling bertukar pendapat, berbagi ide, serta menyampaikan gagasan kegiatan inovatif untuk memperkuat eksistensi HW di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring. Beberapa usulan menarik pun muncul, seperti “Kemah Bersama” dan “Latihan Kreatif HW” yang akan dirancang untuk menarik minat siswa lain.
Kegiatan diklat diakhiri dengan penegasan dari Ramanda Arief bahwa semangat Hizbul Wathan harus terus dijaga sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap para calon Dewan Kerabat mampu menjadi motor penggerak kebangkitan HW di sekolah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, peserta pulang dengan semangat baru dan tekad kuat untuk membawa perubahan positif. Diklat ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momentum kebangkitan semangat kepanduan Islami di SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments