Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Diklat Melati 1 HW SMA Muha Tekankan Shalat Berjamaah

Iklan Landscape Smamda
Diklat Melati 1 HW SMA Muha Tekankan Shalat Berjamaah
Peserta Diklat Melati 1 SMA Muha Genteng usai melaksanakan shalat subuh berjamaah yang bersama Takmir masjid An-Nur dan guru pembina. Foto: Alib/PWMU.CO
pwmu.co -

Kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Hizbul Wathan (HW) Melati 1 Qabilah SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, mengutamakan pembiasaan ibadah shalat berjamaah dalam proses penggemblengan kader.

Pada hari kedua pelaksanaan diklat, setelah semalaman menerima materi, para peserta digiring menuju Masjid An-Nur, pusat dakwah Muhammadiyah PCM Genteng, untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah, Jumat (16/1/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 03.30 WIB dengan jarak tempuh sekitar tiga kilometer dari lokasi diklat menuju masjid.

Selama tiga hari, kader HW Qabilah SMA Muha Genteng yang berasal dari kelas X mengikuti pelatihan berupa teori dan praktik kepanduan. Materi praktik lebih dominan, selaras dengan syair Mars HW, “Banyak bekerja sedikit bicara.”

Pembina Ortom HW SMA Muha Genteng, Risal Setyo Pratomo, S.Pd., menjelaskan bahwa Diklat Melati 1 dirancang sebagai sarana penempaan mental dan kedisiplinan kader.

“Melalui diklat ini, kami benar-benar mempersiapkan calon kader terbaik. Materi disusun relevan dengan kepanduan, termasuk pembiasaan disiplin melalui jadwal kegiatan yang ketat dan ibadah shalat berjamaah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa waktu istirahat peserta sangat terbatas, maksimal lima jam untuk tidur, sementara selebihnya digunakan untuk berbagai aktivitas pelatihan.

“Selagi peserta masih kelas X dan semangat mereka sangat luar biasa, kami gembleng secara optimal untuk menyiapkan kader-kader HW terbaik,” imbuhnya.

Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak sekolah. Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd., sejak jauh hari menegaskan pentingnya peran organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom) di sekolah.

“Tiga pilar Ortom, yaitu IPM, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci, harus menjadi penopang utama di sekolah. Ortom merupakan sendi penting dalam pendidikan di Perguruan Muhammadiyah, sedangkan ekstrakurikuler lain berfungsi sebagai pengembang bakat dan minat siswa,” tuturnya dalam rapat pembinaan guru dan tenaga kependidikan beberapa waktu lalu.

Usai melaksanakan shalat Subuh berjamaah di Masjid An-Nur, peserta diklat diarahkan menuju rumah kepala sekolah yang berjarak sekitar 100 meter. Tepat pukul 05.30 WIB, Ani Sudarmi secara resmi melepas peserta untuk mengikuti kegiatan Perjalanan Sehari (Perjari) sejauh kurang lebih lima kilometer dan berakhir kembali di sekolah sebagai lokasi diklat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu