Langit tampak teduh di Halaman Masjid Al Ghoihab Al Mizan Putra, Rabu (21/1/2026) malam.
Di tempat itulah estafet kepemimpinan santri kembali dilanjutkan. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Al Mizan Putra periode 2026–2027 resmi dilantik oleh Mudir Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Mujianto MPdI.
Pelantikan berlangsung khidmat dengan disaksikan jajaran pimpinan pondok, para ustadz, serta seluruh santri Al Mizan Putra. Barisan pengurus baru berdiri tegap, mengenakan seragam organisasi, menyimbolkan kesiapan mereka menerima amanah dan tanggung jawab yang tidak ringan.
Bagi Mujianto MPdI, IPM bukan sekadar organisasi pelajar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PR IPM adalah ruang belajar yang tak akan ditemui di bangku kelas.
“Ini sarana pembelajaran. Banyak hal yang tidak kalian dapatkan di kelas, justru kalian pelajari di IPM,” tuturnya.
Ia mengajak para pengurus untuk menyadari peran barunya. Sejak dilantik, para santri tidak lagi hanya berstatus sebagai murid yang belajar untuk dirinya sendiri.
“Mulai hari ini, kalian punya tiga peran: sebagai individu, sebagai santri, dan sebagai pelayan pondok,” pesannya.
Menurutnya, pembagian peran tersebut menuntut kedewasaan berpikir dan kedisiplinan tinggi. Disiplin, kata Mujianto, menjadi modal utama agar ketiga peran itu dapat dijalankan secara seimbang.
“Modalnya satu: disiplin. Dengan disiplin, kalian bisa mengatur waktu belajar, mengurus organisasi, dan mengelola diri sendiri,” tegasnya.
Selain disiplin, keteladanan juga menjadi pesan penting yang ia tekankan. Para pengurus PR IPM, sekecil apa pun tindakannya, akan selalu menjadi sorotan adik-adik kelas.
“Kalian akan dilihat. Sekecil apa pun perilaku, baik atau buruk, akan dicontoh,” ujarnya mengingatkan.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Namun menjadi penanda dimulainya proses kaderisasi yang sesungguhnya, tempat bakat kepemimpinan diasah sejak dini, karakter ditempa melalui tanggung jawab, dan nilai-nilai keislaman dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui PR IPM Al Mizan Putra periode 2026–2027, pondok berharap lahir kader-kader pelajar Muhammadiyah yang tidak hanya cakap berorganisasi, tetapi juga berakhlak, disiplin, dan siap mengabdi.
Dari halaman masjid ini, para santri belajar satu hal penting: memimpin bukan tentang jabatan, melainkan tentang memberi teladan dan melayani. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments