Sebuah kesempatan yang begitu luar biasa didapatkan oleh dua siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur.
Dua siswa tersebut adalah Davina Azqiara Pramesti, dari kelas VI Raja Ampat dan Fathia Aliyah Ramadhani VI dari kelas Karimun Jawa. Mereka menjadi reporter cilik SDMM yang berkesempatan mendapatkan waktu untuk berbincang inspiratif bersama ustadz Salim A Fillah.
Bincang inspiratif tersebut dilaksanakan sesaat sebelum Kajian Ekslusif Keluarga yang digelar oleh Ikatan Wali Murid (Ikwam) SDMM pada Sabtu pagi (9/8/2025) di Horison Grand Ballroom GKB Gresik.
Saat berada di ruang transit, mereka berdua tampak kompak dan berani terlibat dalam perbincangan inspiratif selama 20 menit.
Sebanyak 10 pertanyaan diajukan kepada ustadz alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) itu. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi arti kesuksesan, anak shaleh, berbakti kepada kedua orang tua, dan arti dari Ridha Allah SWT.
Ustadz Salim A Fillah mulai menjelaskan terkait tentang anak shaleh dalam agama Islam, yang kehadirannya begitu penting dan bermanfaat bagi kedua orang tuanya.
Menurutnya, anak shaleh dalam Islam mempunyai kebermanfaatan, seperti halnya berbuat baik untuk orang tua, membantu meringankan tugas orang tua, mendoakan orang tua, dan menyenangkan hati orang tua.
“Bahkan anak shaleh memberikan pahala yang tak terputuskan ketika orang tuanya sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa doa kedua orang tua akan dikabulkan oleh Allah SWT, maka dari itu jangan sampai kedua orang tua kita berdoa tidak baik kepada kita. Anak durhaka balasannya akan diberikan oleh Allah SWT langsung di dunia tanpa menunggu kehidupan di akhirat.
“Doa orang tua kepada anaknya begitu mustajab, layaknya doa Nabi kepada umatnya,” sambungnya.
Selanjutnya, ustadz yang juga seorang penulis ini menyampaikan bahwa kesuksesan anak bagi orang tua begitu menyenangkan namun yang lebih penting bagi orang tua adalah kehadiran dan kepedulian seorang anak kepada orang tua. Contohnya, menanyakan kabar, selalu berkomunikasi baik, membantu aktivitas orang dan lain sebagainya.
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim
رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ
Artinya: Ridha Allah SWT bergantung dari ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orang tua.
Makna Sukses Menurut Ustadz Salim A Fillah
Sementara itu, ketika ustadz Salim A Fillah ditanyai tentang arti sebuah kesuksesan, ia begitu lantang menjelaskan bahwa kesuksesan memiliki arti ketika seseorang bisa memaksimalkan potensi yang telah diberikan oleh Allah SWT dengan kebaikan.
“Contohnya jika diberikan kecerdasan maka digunakan untuk menghafalkan al-Quran, mencari ilmu sebanyak-banyaknya untuk kebermanfaatan umat, atau lainnya,” tuturnya.
Kesuksesan dunia akhirat menurutnya, memiliki sebuah keterhubungan. Misalnya saja seseorang meniatkan berbagai kesuksesan yang diraihnya didunia sebagai salah satu jalan ibadahnya kepada Allah SWT.
“Selalu berusahalah memberikan manfaat untuk umat manusia di muka bumi ini,” pesannya.
Ustadz Salim A Fillah juga menyampaikan bahwa anak memang anugerah terindah yang diberikan oleh Allah SWT. Kehadiran seorang anak menjadi sebuah amanah yang harus dijaga. Maka, ia berpesan agar orang tua memuji dan menghargai keberadaannya.
“Memeluk, mencium, mengelus kepalanya, mendoakan hal-hal baik, dan jangan lupa untuk terus mengucapkan rasa terima kasihnya kepada anak-anak. Terima kasih ya Nak,” ungkapnya.
Orang tua, lanjutnya, perlu memberikan contoh perilaku yang baik melalui tindakan nyata. Teladan terbaik adalah yang dapat dilihat langsung oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.
Satu pesan terakhir yang ia sampaikan adalah berikan pendidikan yang terbaik bagi anak.
“Begitu banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi Imam Syafii, tapi mereka lupa bagaimana ia tidak berkeinginan untuk menjadi orang tuanya Imam Syafii,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments