Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dokter Cilik SD Muhammadiyah 1 Paiton Belajar Promosi Hidup Sehat

Iklan Landscape Smamda
Dokter Cilik SD Muhammadiyah 1 Paiton Belajar Promosi Hidup Sehat
SD Muhammadiyah 1 Paiton Gelar Diklat Dokter Cilik Bersama UPT Puskesmas Paiton (Dwi Ulit Nur Khofifah/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 1 Paiton kembali menggelar kegiatan positif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa di bidang kesehatan. Kali ini, melalui Diklat Dokter Cilik yang bekerja sama dengan UPT Puskesmas Paiton, sekolah berupaya membekali siswa dengan pengetahuan luas, tindakan tepat, dan sikap bijak dalam menangani masalah kesehatan sehari-hari.

Dengan tema “Dokter Cilik: Pengetahuan Luas, Tindakan Tepat, dan Sikap Bijak”, diklat ini bertujuan membentuk agen kesehatan muda yang mampu berperan aktif dalam mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Para peserta yang terpilih adalah siswa pilihan dari berbagai kelas. Mereka mengikuti serangkaian pelatihan intensif yang memadukan teori, praktik, dan pengalaman lapangan.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini beragam serta disesuaikan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), termasuk cara memberikan bantuan awal kepada teman atau keluarga yang mengalami cedera ringan. Mereka juga diajak mengenal tindakan sederhana untuk menghadapi kondisi darurat, seperti menolong orang yang pingsan atau luka akibat terjatuh. Simulasi langsung membuat siswa lebih mudah memahami langkah pertolongan dan merasa percaya diri untuk mempraktikkannya.

Selain P3K, peserta juga mempelajari masalah kesehatan yang kerap muncul di masyarakat, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan bahasa sederhana, pemateri menjelaskan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti serta cara pencegahannya. Siswa didorong untuk menjadi kader jumantik (juru pemantau jentik) di rumah masing-masing, memeriksa tempat penampungan air, dan melaporkan jika ada jentik nyamuk. Dengan cara ini, anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian penting dalam mencegah penyakit menular.

Peran dan fungsi dokter cilik sebagai promotor kesehatan juga menjadi sorotan. Peserta diajak memahami bagaimana cara mengedukasi teman sebaya tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat. Mereka berlatih mempraktikkan cara mencuci tangan dengan benar menggunakan enam langkah sederhana, serta menyusun pesan kesehatan dalam bentuk poster atau media sederhana. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan pesan positif kepada orang lain.

SD Muhammadiyah 1 Paiton
Diklat Dokter Cilik yang bekerja sama dengan UPT Puskesmas Paiton (Dwi Ulit Nur Khofifah/PWMU.CO)

Kegiatan praktik menjadi bagian paling menarik bagi siswa. Mereka bergantian melakukan simulasi penanganan P3K, praktik mencuci tangan, hingga mencoba alat kesehatan sederhana yang dibawa oleh tim puskesmas. Suasana semakin hidup ketika siswa diajak bernyanyi lagu cuci tangan bersama. Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, peserta terlihat antusias, aktif bertanya, dan saling membantu dalam latihan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain itu, siswa juga menerima rapor kesehatan yang diberikan langsung oleh tim puskesmas. Rapor ini berisi catatan tumbuh kembang, seperti tinggi badan, berat badan, hingga status gizi, sehingga orang tua bisa mengetahui perkembangan anak secara lebih detail. Peserta juga memperoleh buku panduan kesehatan sebagai bekal tambahan untuk dipelajari di rumah.

Pada akhir acara, siswa diajak berkeliling puskesmas untuk mengenal berbagai ruang pelayanan kesehatan. Mereka melihat ruang persalinan, poli gigi, laboratorium, hingga instalasi gawat darurat. Kegiatan tur ini memberikan pengalaman nyata bagi anak-anak tentang bagaimana tenaga kesehatan bekerja melayani masyarakat. Banyak siswa yang terlihat kagum dengan alat-alat medis yang biasanya hanya mereka lihat di televisi.

Melalui diklat ini, SD Muhammadiyah 1 Paiton menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang holistik. Anak-anak tidak hanya diasah kecerdasannya secara akademis, tetapi juga dilatih agar peduli pada kesehatan diri dan lingkungannya. Dengan pembekalan ini, para dokter cilik diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Program dokter cilik menjadi salah satu upaya sekolah dalam mencetak generasi Qurani yang sehat, cerdas, dan peduli sesama. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak akan lebih bersemangat dalam belajar, beribadah, dan beraktivitas. Kerja sama erat antara sekolah dan puskesmas juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan layanan kesehatan dapat menghadirkan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu