
PWMU.CO – Tidak direncakan dan tidak ada komando khusus, jamaah warga Muhammadiyah Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur kompak mengenakan baju warna putih untuk kegiatan salat Iduladha 1446 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Kopen yang berlokasi di Barat Daya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung, Jumat (06/06/2025).
Salat id yang dipimpin oleh imam dan khatib KH Kusen MA PhD yang berasal dari Tangerang Selatan atau dikenal Kiai Cepu ini diikuti lebih dari 2500 jamaah. Dalam momen itu, warna putih mendominasi warna baju dan mukena jamaah karena sebagian besar atau 1500 lebih jamaah adalah santri Ponpes Al-Ishlah Sendangagung.
Jamaah dari santri Ponpes Al-Ishlah sejak pagi pukul 05.10 menit sudah bergerak mulai datang secara teratur dengan barisan mengular tiada putus dari kampus Ponpes Al-Ishlah hingga Kopen, lapangan sepak bola milik Pemerintah Desa (Pemdes) Sendangagung.
Warna putih menjadi pilihan santri, karena warna inilah yang menjadi anjuran atau keutamaan santri saat salat jamaah lima waktu sehari-hari, sehingga tanpa diumumkan pun mereka dipastikan memilih baju putih Koko sebagai pakaian salat Iduladha tahun ini.

Sementara itu, membludaknya jumlah jamaah salat Iduladha di Lapangan Kopen tahun ini membawa berkah dan anugerah bagi panitia pelaksana salat Iduladha 1446 ini, faktanya, bertambahnya jumlah jamaah diiringi pula bertambahnya jumlah uang kaleng yang berjalan di hadapan tempat duduk jamaah.
Panitia bagian kaleng yang dipimpin oleh Bendahara PRM Sendangagung, H Milkan Muin menghitung jumlah uang masuk di teras mushalla Baitur Rahim SMPM 12, terkumpul uang sejumlah Rp 10 146 000, jumlah yang cukup besar.
“Meskipun di pondok diterapkan uang non tunai tetapi ternyata santri juga masih ada uang tunai, atau uang receh, Alhamdulillah berkah bagi kita semua,” ujar Farih Hamdan (Ketua PRPM) yang ikut proses penghitungan uang. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments