Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dongeng Boneka, Cara Lazismu Blitar Tanamkan Akhlak Nabi di SD Muhammadiyah 1 Kesamben

Iklan Landscape Smamda
Dongeng Boneka, Cara Lazismu Blitar Tanamkan Akhlak Nabi di SD Muhammadiyah 1 Kesamben
Meneladani akhlak Nabi sejak dini, siswa SD Muhammadiyah 1 Kesamben berfoto bersama setelah mengikuti acara Lazismu Berkisah bersama kang Aji yang sarat pesan kebaikan. (Tika/PWMU.CO)
pwmu.co -

Gelak tawa dan sorak gembira terdengar riuh di Aula SD Muhammadiyah 1 Kesamben, Selasa pagi (9/9/2025). Puluhan siswa larut dalam keceriaan ketika mengikuti acara Lazismu Kabupaten Blitar Berkisah bersama pendongeng Islami, Kang Aji.

Acara yang digelar Lazismu Kabupaten Blitar ini berlangsung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Merangkai Kisah Kebaikan”.

Menggunakan media boneka yang lucu dan atraktif, Kang Aji sukses menyampaikan nilai-nilai Islami dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya terhibur, tetapi juga memahami pesan moral dari kisah-kisah keteladanan Nabi.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kesamben, Umi Tika, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali akhlak mulia Rasulullah Saw yang harus diteladani oleh seluruh umat Islam, khususnya generasi muda.

“Keempat sifat ini merupakan inti dari keteladanan Nabi Muhammad,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sifat shiddiq berarti selalu berkata benar dan jujur, amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab, fathonah berarti cerdas serta mampu beradaptasi, sedangkan tabligh berarti mampu menyampaikan kebenaran dan wahyu Allah kepada umat manusia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain empat sifat utama, Kepala Sekolah juga menekankan keteladanan Nabi dalam keseharian. “Rasulullah selalu hidup sederhana, penuh kasih sayang, santun kepada semua orang, serta menjaga kebersihan. Nilai-nilai ini harus menjadi teladan bagi siswa-siswi kami,” tambahnya.

Melalui kolaborasi Lazismu Kabupaten Blitar, kegiatan ini tidak hanya memperingati Maulid Nabi, tetapi juga menguatkan dakwah dengan metode kreatif. Harapannya, anak-anak lebih mudah meneladani akhlak Rasulullah karena disampaikan melalui cara yang mereka sukai, yakni dongeng dan boneka.

Salah satu siswa bahkan berkomentar polos, “Aku jadi pengin jujur kayak Nabi Muhammad dan rajin bantu orang tua di rumah,” ucap Azkia sambil tersenyum.

Suasana hangat dan penuh makna ini menunjukkan bahwa dakwah dapat dikemas secara menyenangkan. Dari dongeng boneka, lahirlah inspirasi untuk menanamkan akhlak mulia Rasulullah sejak dini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu