Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dorong SDM Agile dan Resilien, RSMAD Gelar Innovasync Bootcamp Chapter I

Iklan Landscape Smamda
Dorong SDM Agile dan Resilien, RSMAD Gelar Innovasync Bootcamp Chapter I
Innovasync Bootcamp Chapter I yang diikuti jajaran pimpinan, manajerial, serta karyawan lintas unit kerja. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan (RSMAD) Kota Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif melalui penyelenggaraan Innovasync Bootcamp Chapter I.

Kegiatan bertema “Human Resource Upscale for Agility & Resilience” ini digelar pada Selasa (13/1/2026) di Hall KH. Soedja RSMAD dan diikuti oleh 140 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan, manajerial, serta karyawan lintas unit kerja.

Innovasync Bootcamp Chapter I menjadi langkah strategis RSMAD dalam memperkuat kualitas SDM agar semakin tangguh, lincah, dan siap menghadapi dinamika dunia pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

Acara ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis, inovatif, dan berorientasi pada pengalaman terbaik bagi pasien.

Direktur RSMAD, dr. Zainul Arifin, M.Kes, hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi Lean for Resilience. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya efisiensi proses kerja yang tetap mengedepankan kualitas pelayanan kepada pasien.

Menurutnya, tantangan dunia kesehatan saat ini menuntut setiap insan rumah sakit untuk memiliki pola pikir solutif dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kendala di lapangan.

“Jangan sampai mengatakan tidak bisa kepada customer. Carilah solusinya dengan berpikir kritis,” tegas dr. Zainul.

Dia lalu menjelaskan, prinsip lean bukan sekadar memangkas proses, tetapi bagaimana setiap alur kerja mampu memberikan nilai tambah bagi pasien dan meningkatkan ketahanan organisasi dalam jangka panjang.

Materi selanjutnya disampaikan oleh drg. Opy Ellafrina, MMR, Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan. Ia mengangkat topik Critical Thinking Culture, Innovative, and Creation for the Best Patient Experience.

Opy juga menegaskan, budaya berpikir kritis dan inovasi harus menjadi nafas dalam setiap lini pelayanan rumah sakit.

Menurutnya, pengalaman pasien yang unggul tidak lahir secara instan, melainkan dari proses berpikir yang mendalam, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dia mengajak seluruh peserta untuk berani melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang serta menciptakan solusi yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu layanan.

Sementara itu, dr. Linda Hapsari, MARS, Wakil Direktur Medis RSMAD, menyampaikan materi Love & Empathy Service Culture to Patient Safety.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal keahlian medis, tetapi juga menyangkut sentuhan kemanusiaan yang dilandasi empati dan kepedulian.

Menurut dr. Linda, budaya pelayanan yang penuh cinta dan empati memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan pasien sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

“Pasien yang merasa dipahami dan dihargai akan lebih kooperatif dalam proses pengobatan, sehingga risiko keselamatan dapat ditekan,” ujarnya.

Dari sisi perencanaan strategis, dr. Fitriani Intan, Kepala Bidang Jangmed sekaligus Ketua RBA 2026, memaparkan materi Growth Strategic Plan 2026.

Materi ini memberikan gambaran arah pengembangan RSMAD ke depan agar terus tumbuh secara berkelanjutan, kompetitif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Dia menekankan pentingnya sinergi antarunit kerja serta keselarasan antara perencanaan strategis dengan peningkatan kualitas layanan dan SDM.

Melengkapi rangkaian materi, Moch. Deifa Satrio Damara, S.Kom, dari tim IT RSMAD, membawakan topik Hospital Digitalization is a Necessity to Win the Competition.

Dia menegaskan, digitalisasi rumah sakit bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mutlak di era layanan kesehatan modern.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.

Melalui Innovasync Bootcamp Chapter I, RSMAD berharap seluruh karyawan semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kompetensi, menumbuhkan budaya berpikir kritis, serta berinovasi dalam menghadirkan best experience bagi setiap pelanggan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen RSMAD dalam membangun SDM yang profesional, humanis, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat posisi rumah sakit sebagai institusi layanan kesehatan yang adaptif dan berorientasi pada mutu. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu