Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Surabaya Fakultas Ilmu Kesehatan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Program ini berfokus pada pemberdayaan kader Posyandu melalui inovasi aplikasi digital bernama POSDEM (Posyandu Sehat Diabetes Melitus), yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi
Program yang diketuai oleh Baterun Kunsah, S.ST., M.Tr.Kes., bersama anggota tim Ellies Tunjung Sari M., S.ST., M.Tr.Kes., dan Elmi Tri Yuliandari, S.Pd., M.Pd., melibatkan dua posyandu aktif yakni Posyandu Melati dan Posyandu Mawar di Dusun Sabidak dan Dusun Nong Bunter.
Kegiatan ini didukung oleh Kemendiktisaintek melalui program BIMA dengan Nomor 011/LL7/DT.05.00/PM/2025 tentang Penerima Program Kemitraan Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Komunitas Tahun Anggaran 2025.
Menurut Baterun Kunsah, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan kader dalam melakukan pendataan dan edukasi pasien penderita Diabetes Melitus (DM).
“Kami hadir memberikan solusi melalui aplikasi POSDEM agar kader posyandu bisa lebih cepat, akurat, dan mandiri dalam memberikan layanan kesehatan berbasis digital,” ujarnya.
Aplikasi POSDEM
Aplikasi POSDEM memiliki sejumlah fitur unggulan yang dirancang untuk memudahkan pelayanan kesehatan, antara lain:
- Fitur pengingat minum obat, membantu pasien lebih disiplin dalam terapi.
- Fitur pencatatan hasil pemeriksaan kadar gula darah (GDA) dan tekanan darah (tensi) secara digital.
- E-modul edukasi berisi video senam diabetes dan artikel seputar pola hidup sehat bagi penderita DM.
- Database makanan sehat dan resep bergizi untuk penderita diabetes.
- Fitur monitoring pasien agar kader dapat memantau perkembangan kesehatan peserta posyandu secara berkelanjutan.

Selain sebagai alat bantu pencatatan, aplikasi POSDEM juga berfungsi sebagai media edukasi digital yang interaktif, memudahkan kader dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik.
Ellies Tunjung Sari menambahkan, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kader, tetapi juga menjadi bentuk implementasi nyata kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dan poin 4 (Pendidikan Berkualitas).
“Kami ingin membangun kapasitas kader agar mampu menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungannya,” jelasnya.
Kader Posyandu Melati mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini.
“Sekarang kami tidak perlu mencatat manual lagi. Data pasien, hasil tes, sampai pengingat obat semuanya sudah di aplikasi. Bahkan kami bisa memutar video senam untuk edukasi warga,” ujar salah satu kader dengan antusias.
Program pengabdian masyarakat ini juga memberi manfaat akademik bagi mahasiswa yang terlibat melalui konversi kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Ke depan, tim dosen berencana melanjutkan pendampingan agar aplikasi POSDEM dapat digunakan secara berkelanjutan dan diadopsi oleh posyandu lain di wilayah Sumenep. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments