Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen UM Surabaya Perkuat Keselamatan Kerja Nelayan Sukolilo Baru Melalui Penerapan Aplikasi Sibala dan Pelatihan K3

Iklan Landscape Smamda
Dosen UM Surabaya Perkuat Keselamatan Kerja Nelayan Sukolilo Baru Melalui Penerapan Aplikasi Sibala dan Pelatihan K3
Pelatihan keselamatn kerja bagi nelayan di wilayah Sukolilo Baru, Bulak, Surabaya oleh dosen UM Surabaya. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema Hibah BIMA 2025, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi komunitas nelayan di wilayah Sukolilo Baru, Bulak, Surabaya, melalui program bertajuk Siaga Bahaya Laut: Aplikasi Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Informasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk Nelayan.

Kegiatan ini bertujuan utama untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja di laut yang kerap dialami nelayan, dengan mengintegrasikan solusi berbasis teknologi dan peningkatan kapasitas SDM.

Inovasi Teknologi dan Penerapan K3 Sebagai Prioritas Utama

Ketua Tim PkM, VellaRohmayani, menyampaikan bahwa profesi nelayan memiliki risiko tinggi, sehingga penerapan K3 merupakan langkah awal yang krusial untuk melindungi aset utama, yaitu Sumber Daya Manusia.

“Kami menyadari tantangan yang dihadapi nelayan, mulai dari ancaman cuaca ekstrem hingga potensi kecelakaan di laut. Oleh karena itu, langkah awal yang kami tekankan adalah pentingnya pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) sebagai budaya kerja. Penggunaan jaket pelampung, misalnya, bukanlah pilihan, melainkan keharusan mutlak sebelum melaut,” ujar Vella.

Selain penekanan pada penggunaan APD, tim UMSurabaya juga memperkenalkan aplikasi peringatan dini cuaca ekstrem yang dirancang khusus untuk memberikan informasi terkini dan akurat. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu nelayan membuat keputusan yang lebih aman terkait jadwal melaut.

Selain penerapan Aplikasi Sibala (siaga bahaya laut) dalam rangkaian kegiatan PkM ini juga dilakukan Pelatihan Pertolongan Pertama Kecelakaan Kerja. Para nelayan diberikan pelatihan praktis mengenai penanganan cepat dan tepat untuk berbagai kasus darurat di laut, seperti luka tersayat, terbentur, tersengat listrik. tertusuk besi berkarat hingga luka terkena biota beracun.

Pelatihan ini penting dilakukan, karena keterlambatan penanganan pada kondisi darurat bisa berakibat fatal. Dengan bekal pelatihan ini, kami berharap setiap nelayan tidak hanya bisa melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi penolong pertama bagi rekan kerjanya sebelum bantuan medis tiba.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sambutan Positif Para Nelayan

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan mendapatkan sambutan positif dari para nelayan.

Hamuka selaku ketua Nelayan menyampaikan bahwa Aplikasi sibala ini sangat dibutuhkan oleh Nelayan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya aplikasi cuaca dan pengetahuan baru tentang K3, terutama pelatihan pertolongan pertama. Ini adalah bekal berharga yang langsung dapat kami praktikkan untuk mengurangi risiko saat mencari nafkah di laut,” tutur Hamuka.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan simbolis paket Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan nelayan Sukolilo Baru, Bulak, Surabaya.

Aplikasi Sibala (siaga bahaya laut) memberikan informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh Nelayan. Sehingga dapat memastikan keselamatan nelayan melalui penerapan budaya K3. Sehingga Nelayan lebih aman, kegiatan melaut dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu