Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen UM Surabaya Tingkatkan Komunikasi Siswa Autis Melalui Aplikasi Talkisme di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Dosen UM Surabaya Tingkatkan Komunikasi Siswa Autis Melalui Aplikasi Talkisme di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya
Sosialisasi cara kerja aplikasi Talkisme oleh dosen UM Surabaya. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Upaya meningkatkan kemampuan komunikasi siswa autis terus dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui program BIMA dengan nomor kontrak 040/SP/II.3.AU/LPPM/PM/2025. Program PKM ini didukung oleh DPPM Ditjen Risbang Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2025.

Melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), tim dosen menggelar sosialisasi dan penerapan aplikasi Talkisme di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Selasa (12/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan media berbasis Augmentative and Alternative Communication (AAC) untuk pengembangan kemampuan sosial, komunikasi, budaya, dan bahasa Inggris bagi anak autis.

Sebelum pelaksanaan, tim berkoordinasi dengan Koordinator Program Inklusi Sekolah Peduli Anak Hebat (SPAH), Normalia, M.Psi., guna menentukan teknis implementasi dan refleksi kegiatan.

“Aplikasi ini bermanfaat bagi siswa autis, terutama yang termasuk kategori autisme berat. Talkisme dapat digunakan dalam pembelajaran maupun aktivitas sehari-hari,” jelas Norma dalam sesi refleksi bersama tim pengabdian.

Aplikasi Talkisme

Dalam kegiatan tersebut, Sri Lestari, S.Pd., M.Hum., memperkenalkan cara kerja Talkisme serta menjelaskan penerapannya di ruang kelas dan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga memaparkan fitur-fitur utama aplikasi yang membantu siswa menyampaikan keinginan dan kebutuhan melalui simbol, gambar, serta suara.

“Talkisme dibuat agar siswa dengan autisme dapat belajar mengomunikasikan kebutuhan mereka, seperti meminta tolong, berterima kasih, atau menunggu giliran. Keunggulan lainnya, aplikasi ini mengenalkan nilai-nilai budaya lokal seperti tumpengan, sinoman, pasar malam, dan congklak,” jelasnya.

Ia juga berharap aplikasi Talkisme ini bisa menjadi jembatan penting bagi tumbuh kembang mereka.

Para guru tampak antusias mengikuti sesi implementasi. Mereka menyambut baik penerapan Talkisme dan menilai aplikasi ini sangat membantu dalam kegiatan belajar-mengajar. Beberapa siswa juga terlihat senang saat mencoba langsung fitur-fitur aplikasi tersebut.

“Aplikasinya mudah digunakan dan membantu kami memahami siswa dengan lebih baik,” ungkap salah satu guru pendamping khusus.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan foto bersama. Pihak sekolah berharap program serupa dapat terus berlanjut agar pendidikan inklusif semakin berkembang dan memberi ruang bagi semua anak untuk belajar serta berkomunikasi dengan nyaman. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu