Kesadaran Reputasi digital menjadi perhatian utama dalam materi kedua Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi.
Hal tersebut tersampaikan oleh Dosen Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji SSos MComms, dalam materi bertema “Mengukur dan Mengevaluasi Reputasi digital”.
Adapun Pelatihan tersebut berlangsung pada Sabtu (11/10/2025) di Aula KH Mas Mansyur PWM Jatim. Pelatihan ini mengusung tema “Membangun Reputasi Muhammadiyah Berbasis Nilai dan Kinerja”.
Turut hadir sejumlah tamu undangan antara lain Wakil Ketua PWM Jatim Dr H Muhammad Sholihin Fanani MPSDM, Bendahara PWM Jatim, drh Zainul Muslimin, Pimpinan Redaksi PWMU.CO Agus Wahyudi.
Selain itu, hadir pula Pimpinan PWMU TV Agus Budiman, Dosen UMM Jamroji, serta Dosen Ilmu Komunikasi UMM Muhammad Himawan Sutanto.
Jamroji membuka materinya dengan pertanyaan kepada peserta pelatihan. “Pernahkah melakukan monitoring dan analisis pemberitaan pdm di media?” tanya Jamroji.
Ternyata, sebagian besar peserta menjawab belum pernah. “Yang kita sadari, (ternyata) banyak yang kesadaran Reputasi digitalnya minim, cukup, dan bagus”
Padahal, menurut Jamroji, hal tersebut merupakan Hal penting dalam Membangun Reputasi digital media Organisasi.
Menurut Jamroji, reputasi digital adalah perspektif kolektif publik terhadap kredibilitas, integritas, dan konsistensi Organisasi di media digital yang terbentuk melalui interaksi, konten, dan percapakan online.
Pasalnya, lanjut Jamroji, masyarakat saat ini kerap kali melihat seseorang dari rekam jejak digitalnya. “Sekarang siapa kita dilihat dari rekam jejak media sosial” ujarnya.
“Untuk Organisasi sosial seperti Muhammadiyah, Reputasi digital mencerminkan kepercayaan publik, Nilai kemanusiaan, dan legitimasi moral” tegasnya.
Menurut Jamroji, ada beberapa ciri khas dari Reputasi digital Muhammadiyah. Antara lain:
1. Bersumber dari Nilai Islam berkemajuan
2. Dibangun melalui aksi sosial, pendidikan, dakwah, dan respons terhadap isu publik.
3. Diperkuat oleh konsistensi pesan di media digital.


0 Tanggapan
Empty Comments