Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen Umsida Ajari Warga Desa Kelola Sampah Jadi Barang Laku Jual

Iklan Landscape Smamda
Dosen Umsida Ajari Warga Desa  Kelola Sampah Jadi Barang Laku Jual
pwmu.co -
Nuril Lutvi Azizah, duduk ketiga dari kiri, bersama warga Pogar dengan barang kreasinya.

PWMU.CO -Dosen Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Nuril Lutvi Azizah MSi pantas berlega hati usai melaksanakan tugas pengabdian masyarakat (abdimas) di Desa Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.

Nuril, sapaan akrabnya, mengawali kegiatan dengan memberikan sosialisasi peluang usaha dari sampah non-organik Januari silam. Sosialisasi ini diikuti oleh beberapa warga, kader PKK, dan kelompok pengelola bank sampah desa setempat.

”Sosialisasi ini bertujuan untuk memaksimalkan pengolahan sampah non-organik seperti plastik, kardus, dan botol yang sebelumnya hanya dijual ke pengepul sampah diubah menjadi barang kreasi yang mempunyai nilai jual,” ujar Nuril, Rabu (31/7/2019).

Menurut dia, warga sangat antusias mulai menyimak penjelasan sampai praktik pembuatannya. Kegiatan itu dinamai pengelola bank sampah Pogar Bangkit,” jelasnya.

”Warga praktik membuat dan menghasilkan barang kreasi dari kardus, menjadi hiasan dinding, tempat minuman, dan tempat toples. Sedangkan barang kreasi yang terbuat dari plastik dapat menghasilkan bunga. Plastik bungkus minuman dapat berubah menjadi tas,” imbuhnya.

Dalam sosialisasinya Nuril juga mengarahkan pada aspek kewirausahaan, ekonomi, dan lingkungan hidup. ”Pada aspek kewirausahaan, masyarakat Pogar diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas dalam menghasilkan barang kreasi  sehingga dapat menambah penghasilan,” tuturnya.

Dengan begitu, sambung dia, pada aspek ekonomi akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya barang kreasi yang telah dihasilkan dan diperjualbelikan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

”Sedangkan pada aspek lingkungan hidup, semakin banyak sampah non-organik yang dimanfaatkan untuk berbagai barang kreasi, semakin meminimalkan sampah dalam lingkungan, sehingga kebersihan lingkungan terjaga,” lanjutnya.

Kini ibu-ibu desa menghasilkan banyak karya layak pakai yang mampu mendongkrak perekonomian keluarga. ”Semoga Pogar dapat dikenali dengan aktivitas kreatif yang dihasilkan oleh warganya,” katanya.

Nuril kini memantau jarak jauh. Berharap pengelola bank sampah Pogar terus berjalan memberdayakan masyarakat. Seiring perkembangan waktu, kreativitas ini bisa berkembang menjadi UKM yang dapat dipromosikan secara offline maupun online.  (*)

Penulis Hesty Widowaty  Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu