Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen UMY Bagikan Tips Menulis dengan AI hingga Membuat Backlink

Iklan Landscape Smamda
Dosen UMY Bagikan Tips Menulis dengan AI hingga Membuat Backlink
DrFajarJunaedi berbagi tips menulis dengan AI. Foto: Musodik/PWMU.CO
pwmu.co -

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin membuka peluang baru dalam dunia kepenulisan.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Fajar Junaedi, membagikan tips praktis memanfaatkan AI dalam menulis, termasuk cara teknis membuat backlink agar tulisan lebih kuat secara digital.

“AI bisa membantu mempercepat proses, tetapi arah dan kualitas tulisan tetap ditentukan oleh penulis,” ujar Fajar saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi Zona II di Narita Hotel, Tangerang, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Fajar, kunci utama dalam menulis dengan bantuan AI adalah penggunaan kata kunci. Ia menekankan pentingnya memasukkan kata kunci yang spesifik agar AI dapat menghasilkan teks yang relevan dan tajam.

“Kalau kata kunci terlalu umum, hasil tulisan biasanya melebar dan kurang fokus,” jelasnya.

Sebagai contoh, jika ingin menulis artikel tentang pelatihan reputasi digital Muhammadiyah, penulis bisa menambahkan kata kunci spesifik seperti ‘reputasi digital Muhammadiyah’. Dengan begitu, AI akan mengolah instruksi lebih tepat sesuai konteks.

Selain kata kunci, Fajar juga menjelaskan pentingnya backlink dalam memperkuat tulisan di ranah digital. Backlink adalah tautan menuju situs lain yang relevan dan kredibel, sehingga meningkatkan kepercayaan mesin pencari sekaligus memberi rujukan tambahan bagi pembaca.

“Backlink itu ibarat jembatan. Semakin kuat dan relevan jembatan yang kita buat, semakin mudah tulisan kita ditemukan dan dipercaya pembaca,” katanya.

Fajar mempraktikkan langkah teknis membuat backlink dengan bantuan AI, antara lain:

  • Menentukan kata kunci utama sebagai jangkar (anchor text).
  • Meminta AI mencarikan sumber terpercaya yang bisa ditautkan.
  • Mengecek kembali validitas sumber agar terhindar dari situs palsu.
  • Menyisipkan tautan secara natural di dalam teks.

Dengan cara ini, tulisan tidak hanya kuat secara konten, tetapi juga ramah mesin pencari (SEO friendly).

AI dan Kreativitas Penulis

Lebih jauh, Fajar menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti. Penulis tetap harus memberikan sentuhan kreatif dan kritis agar karya tidak kehilangan ciri khas.

“Jangan berhenti pada hasil mentah AI. Perlu ada proses penyuntingan, verifikasi data, dan penyesuaian gaya bahasa,” ujarnya.

Dia mengibaratkan AI sebagai kalkulator dalam matematika. “AI bisa mempercepat perhitungan, tapi tidak bisa menggantikan pemahaman dasar,” tegasnya.

Fajar juga mengingatkan soal etika penggunaan AI, terutama di dunia akademik. Menurutnya, AI boleh digunakan untuk mencari inspirasi atau merapikan tulisan, tetapi tidak boleh menjadi jalan pintas untuk menghindari berpikir kritis.

“Mahasiswa tetap harus membaca, menulis, dan berpikir. AI hanya pendamping,” tuturnya.

Ia mendorong lembaga pendidikan agar menyusun panduan penggunaan AI secara jelas sehingga mahasiswa tetap berada di jalur akademik yang benar.

Menutup sesi, Fajar menekankan bahwa AI dan backlink hanyalah sarana. Yang paling menentukan tetaplah manusia dengan daya pikir, empati, dan kreativitasnya.

“Teknologi harus kita kuasai, bukan malah menguasai kita,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu