Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

DPRD, Dosen, dan Mahasiswa Satu Meja Bersinergi di Politic Call IMM Jenderal Soedirman

Iklan Landscape Smamda
DPRD, Dosen, dan Mahasiswa Satu Meja Bersinergi di Politic Call IMM Jenderal Soedirman
pwmu.co -
Pembicara Politic Call 2025 PK IMM Jenderal Soedirman. (Dhea Rahma/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jenderal Soedirman Fakultas Hukum & Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) menggelar kegiatan Pendidikan Politik bertajuk Politic Call 2025 dengan tema “Membangun Kesadaran Politik Melalui Kebijakan Publik” (6/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kader IMM terhadap pentingnya membangun kesadaran politik dalam merespons dinamika kebijakan publik, membuka ruang diskusi kritis bersama para aktor politik, serta memperkuat konsolidasi dan kerja kolektif kader IMM se-Ponorogo melalui aksi nyata yang bermanfaat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula PDM Ponorogo ini menghadirkan tiga pemateri dari latar belakang yang berbeda, yaitu dari kalangan legislatif, Evi Dwiatsari SSos, Wakil Ketua DPRD Ponorogo sebagai representasi pembuat kebijakan publik.

Politic Call 2025 PK IMM Jenderal Soedirman. (Dhea Rahma/PWMU.CO)

Dari kalangan akademisi, Ayub Dwi Anggoro PhD, dosen FISIP Umpo yang memberikan kerangka berpikir kritis dan teoritis. Serta dari kalangan mahasiswa, Presiden Mahasiswa BEM PTMA Zona V Jawa Timur–Bali, Arya Nur Alifian SH, yang menyuarakan semangat dan perspektif generasi muda terhadap realitas politik.

Forum ini menjadi ruang dialog lintas perspektif antara legislatif, akademisi, dan mahasiswa. Dalam pemaparannya, Evi Dwiatsari menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai generasi agen perubahan perlu memahami pentingnya keterlibatan dalam proses politik.

“Mahasiswa yang sadar politik akan lebih aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah, menjadi pengawas demokrasi, serta memperjuangkan kepentingan publik secara legal dan konstruktif,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr Ayub Dwi Anggoro, yang menekankan bahwa politik sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Keputusan politik menentukan kualitas hidup, hak-hak kita, dan masa depan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Arya Nur Alifian mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra kritis bagi para pembuat kebijakan. “Kritik tidak selalu menjatuhkan, justru bisa menjadi bahan membangun kebijakan yang solutif. Mahasiswa punya peran strategis dalam advokasi publik untuk mendorong keadilan dan transparansi,” tegasnya.

Peserta Politic Call 2025. (Dhea Rahma/PWMU.CO)

Kegiatan Politic Call 2025 ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara pemateri dan peserta yang berlangsung dengan antusias dan para peserta memberikan respon yang positif terhadap materi yang disampaikan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, seluruh peserta diberikan penugasan untuk menulis Opini Populer bertema “Membaca Kebijakan Publik di Ponorogo melalui Kacamata Kader IMM”. Penugasan ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan dan sikap kritis kader terhadap kebijakan publik daerah.

Kegiatan Politik Call ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kader IMM yang kritis, peduli terhadap isu politik dan sosial, serta peka terhadap dinamika kebijakan publik.

Forum ini juga dirancang untuk melahirkan generasi muda yang aktif berkontribusi sebagai agen perubahan dalam kehidupan demokrasi yang terus berkembang.(*)

Penulis Dhea Rahma Zuhrifa Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu