Ardianto juga mengapresiasi materi dari para pakar seperti Prof Budy P Resosudarmo, Eva Nisa, dan Firman Witoelar yang membawakan topik penelitian kuantitatif dan kualitatif.
“Melalui bootcamp ini, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang cara mengumpulkan data baik tradisional maupun nontradisional serta mengembangkan metodologi yang sesuai. Saya merasa lebih percaya diri merancang dan menyajikan ide penelitian,” ungkapnya.
Sementara itu, Andi Anugrah M SPd MPd menyampaikan kegiatan ini memberikan atmosfer riset yang intensif dan membangun. “Sebagai dosen dari wilayah timur Indonesia, kami merasa kegiatan ini memberikan dorongan kuat untuk berkontribusi dalam wacana ilmiah yang relevan dengan tantangan lokal. Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya belajar teknik riset, tetapi juga membangun jejaring dan memahami bagaimana pendekatan GEDSI dapat diterapkan dalam riset yang membawa dampak sosial,” ujarnya.
Ia berharap hasil pelatihan bisa segera diaplikasikan dalam penelitian di kampus dan kerja sama dengan masyarakat. “Kami akan berusaha mengimplementasikan pendekatan inklusif ini dalam topik yang kami teliti, baik dalam skala lokal maupun kerja sama lintas lembaga.”
Apresiasi Rektor UM Bulukumba
Rektor UM Bulukumba, Dr H Jumase Basra MSi mengapresiasi keikutsertaan dua dosen tersebut. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi partisipasi aktif dosen kami dalam kegiatan ini. Ini merupakan langkah nyata membangun kapasitas dosen dalam riset yang inklusif dan berkualitas. Kehadiran mereka membuktikan bahwa dosen dari wilayah Indonesia Timur mampu bersaing dan terlibat dalam forum riset internasional yang bergengsi.”
Dr Jumase menegaskan kampus akan terus mendorong kolaborasi riset, terutama yang mendukung nilai-nilai GEDSI dan kemajuan Indonesia Timur. “Partisipasi ini bagian dari misi kami menjadikan UM Bulukumba sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang inklusif, kontekstual, dan berdampak langsung pada masyarakat.”
Dengan keterlibatan dosen UM Bulukumba dalam Research Bootcamp ini, diharapkan semakin terbuka jalan bagi kampus untuk terlibat lebih jauh dalam kolaborasi penelitian internasional dan menjalin kemitraan strategis dalam pengembangan ilmu dan teknologi berbasis inklusi sosial.
Penulis Syayyidina Ali Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments