SD Aisyiyah 1 Nganjuk sukses menggelar tiga agenda penting sekaligus secara beruntun selama dua hari, Jumat-Sabtu (15-16/8/2025). Kegiatan tersebut meliputi Tes Psikologi Anak bagi siswa baru kelas 1, Seminar Parenting untuk wali murid kelas 1, serta Workshop Guru dan Karyawan.
Sebanyak 127 siswa baru kelas 1 mengikuti tes psikologi. Pada Jumat (15/8/2025) tercatat 112 anak menjalani tes secara bergiliran dalam beberapa shift mulai pukul 09.00 WIB. Sementara sisanya, sebanyak 15 anak, mengikuti tes pada Sabtu (16/8/2025).
Pelaksanaan tes ini bekerja sama dengan Biro Psikologi Normalia Sage dari Surabaya yang dipimpin oleh Ibu Normalia SPsi MPsi. Satu tim yang terdiri dari empat orang diterjunkan untuk melayani tes tersebut dan dibagi dalam dua ruangan.
Kepala SD Aisyiyah 1 Nganjuk, Aan Hariyanto SPdI menyampaikan bahwa kegiatan tes psikologi ini bertujuan untuk mengenali setiap anak secara lebih mendalam.
“Tes ini kami lakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi anak, baik dari sisi kognitif, emosi, maupun sosial. Dengan begitu guru dan orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat selama proses pendampingan belajar serta tumbuh kembang mereka. Tentu ini akan sangat membantu kedua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kegiatan Seminar parenting, SD Aisyiyah 1 Nganjuk menghadirkan narasumber nasional sekaligus konsultan pendidikan, Dr Mulyana SPd MSi, dengan tema “Menjadi Orang tua Hebat di Era Digital.”
Mengawali materinya, Mulyana menjelaskan bahwa anak-anak yang kini duduk di kelas 1 merupakan bagian dari generasi alpha, yaitu kelompok yang lahir antara tahun 2010-2024. Generasi ini merupakan generasi pertama yang sepenuhnya tumbuh di era digital, sejak kecil sudah akrab dengan teknologi canggih dan internet.
“Mereka cenderung lebih senang bermain dengan gawai dibandingkan permainan tradisional seperti dakon, patelele, atau petak umpet,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan mengenai karakteristik generasi alpha antara lain, adaptif terhadap teknologi, berpikir kritis, menyukai tantangan, memiliki kecerdasan teknologi, dan gemar mencoba hal-hal baru.
Maka dari itu, menurutnya, menjadi orang tua generasi alpha memiliki tantangan tersendiri. Mulyana juga mengingatkan bahwa orang tua perlu terus belajar, mengikuti perkembangan teknologi, dan tidak gagap teknologi.
Ia pun memberikan beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua di rumah untuk mendampingi generasi alpha, yaitu:
1. Mendampingi anak saat belajar.
2. Menyiapkan fasilitas belajar yang memadai.
3. Memastikan anak belajar dengan aman.
4. Mengondisikan suasana rumah agar menyenangkan dan mengasyikkan.
Antusiasme para wali murid terhadap materi seminar ini terlihat dari banyaknya wali murid yang membagikan pengalamannya maupun mengajukan pertanyaan terkait kendala pendampingan anak saat di rumah.
Workshop bagi Guru dan Karyawan
Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang digelar di salah satu ruang kelas pada pukul 14.00 WIB dengan materi berjudul “Service Excellence untuk Sukses SPMB.”
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pelayanan prima, sekaligus memaksimalkan peluang sukses dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) pada tahun ajaran mendatang.
Mulyana menjelaskan bahwa kunci membesarkan sekolah terletak pada kualitas pelayanan atau pelayanan prima. Kualitas ini hanya dapat diwujudkan apabila setiap individu memiliki growth mindset dan change mindset.
“Growth mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dan keyakinan yang kuat, disertai kerja keras serta dedikasi tinggi, akan mengantarkan pada kesuksesan. Sementara itu, change mindset adalah pola pikir yang memandang perubahan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Dalam konteks sekolah, peningkatan kualitas pelayanan akan menumbuhkan kepercayaan sekaligus kepuasan masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa unsur-unsur pelayanan prima yang perlu dikembangkan yakni meliputi kecepatan, keramahan, ketepatan, dan kenyamanan.
“Service excellence atau pelayanan prima dapat meningkatkan kepuasan wali murid terhadap sekolah. Ketika sekolah mampu memberikan layanan terbaik, wali murid akan merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik,” sambungnya.
Mengakhiri materinya, ia menyampaikan bahwa pelayanan prima juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, sekaligus menjadi nilai tambah yang memengaruhi reputasi sekolah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments