Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk Daftar 26 Sekolah yang Diresmikan Khofifah di Kediri

Iklan Landscape Smamda
Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk Daftar 26 Sekolah yang Diresmikan Khofifah di Kediri
Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan ruang kelas baru SMAS Muhammadiyah 1 Pare. Foto: Faishol Taselan/PWMU.CO
pwmu.co -

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di Kabupaten dan Kota Kediri.

Peresmian tersebut menjadi penanda komitmen Pemerintah Provinsi Jatim dalam memperkuat kualitas lingkungan belajar sebagai fondasi peningkatan mutu sumber daya manusia.

Dari puluhan sekolah yang diresmikan, dua di antaranya merupakan sekolah milik Persyarikatan Muhammadiyah, yakni SMAS Muhammadiyah 1 Pare Kediri dan SMKS Muhammadiyah Ngadiluwih Kediri.

Keduanya menjadi bagian dari sekolah swasta yang mendapatkan perhatian setara dalam program rehabilitasi dan revitalisasi pendidikan oleh Pemprov Jatim.

Kepala SMAS Muhammadiyah 1 Pare Kediri, Oktavia, mengaku bersyukur dan bangga sekolahnya menjadi bagian dari agenda peresmian langsung oleh Gubernur Jawa Timur. Menurutnya, peresmian ini memiliki makna tersendiri bagi sekolah.

“Ini kebanggaan tersendiri. Biasanya setelah pembangunan selesai, kami hanya melaporkan secara administratif. Namun kali ini diresmikan langsung oleh Ibu Gubernur, tentu sangat membanggakan kami,” ujar Oktavia usai acara penandatanganan peresmian di Pare, Kediri.

Ia menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2025 lalu, SMAS Muhammadiyah 1 Pare menerima bantuan pembangunan dua ruang kelas baru. Ruang tersebut kini dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang proses belajar mengajar siswa.

Keberadaan dua ruang kelas baru tersebut, lanjut Oktavia, membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Awalnya beberapa kegiatan belajar masih harus bergantian menggunakan ruang serba guna. Sekarang tidak perlu lagi, karena sudah ada dua ruangan baru yang bisa dimanfaatkan siswa untuk belajar dan berkegiatan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sekolah tidak boleh dipahami semata sebagai bangunan fisik. Lebih dari itu, sekolah merupakan ruang tumbuh nilai, karakter, dan mimpi anak-anak Jawa Timur yang harus dirawat bersama.

“Sekolah bukan sekadar bangunan, tetapi ruang tumbuh nilai, karakter, dan mimpi anak-anak Jawa Timur. Rehabilitasi dan revitalisasi ini tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik,” tegas Khofifah.

Menurutnya, program rehabilitasi dan revitalisasi sekolah negeri maupun swasta merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Jatim terhadap prinsip keadilan dan kemitraan dalam ekosistem pendidikan.

Khofifah menekankan bahwa sekolah swasta, termasuk yang dikelola organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Di manapun para siswa bersekolah, mereka memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak. Oleh karena itu, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah negeri maupun swasta harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, setiap ruang kelas yang diperbaiki menyimpan harapan besar dari orang tua, doa para guru, dan masa depan generasi muda Jawa Timur.

“Di balik setiap ruang kelas yang diperbaiki dan setiap benih yang kita tanam hari ini, ada harapan orang tua, doa para guru, dan masa depan anak-anak Jawa Timur. Semua insan pendidikan harus merasa memiliki, menjaga, dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi fisik sekolah harus berjalan seiring dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar, dan cara memimpin sekolah.

“Kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan, saya mengajak agar momentum ini menjadi penguat budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran,” ujarnya.

Menurut Khofifah, lingkungan belajar yang lebih baik akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi peserta didik.

Program ini, kata dia, merupakan bagian dari agenda besar Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.

“Suasana belajar mengajar yang lebih nyaman akan berdampak pada peningkatan prestasi siswa. Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang sejak awal 2026 menggelorakan semangat peningkatan kinerja pendidikan melalui tema JATIM CERDAS dengan slogan “Pendidikan berdampak mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing.”

Sebagai rangkaian kegiatan, Gubernur Khofifah turut meninjau praktik ketahanan pangan sekolah di SMKN 1 Plosoklaten. Ia melihat langsung pengelolaan peternakan dan budidaya tanaman produktif yang melibatkan siswa secara aktif.

Pelibatan siswa dalam seluruh proses produksi tersebut dinilai sebagai model pembelajaran kontekstual yang tidak hanya membangun kompetensi, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta kesiapan menghadapi dunia usaha dan industri. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu