Search
Menu
Mode Gelap

Dua Siswa MIM DUTA Surabaya Raih Prestasi di AKSI SPOTIC 2026

Dua Siswa MIM DUTA Surabaya Raih Prestasi di AKSI SPOTIC 2026
AKSI SPOTIC 2026, Siswa MIM DUTA Surabaya Tunjukkan Prestasi Akademik dan Keagamaan (Henny Qurota'Ayun/PWMU.CO)
pwmu.co -

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MI Muhammadiyah 23 Surabaya (MIM DUTA) dalam ajang AKSI SPOTIC K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya Tahun 2026. Dua siswa MIM DUTA, Galih Dwi Kurnia Rizki dan Fatimah Widiyatna, berhasil mengharumkan nama sekolah melalui capaian di bidang akademik dan keagamaan.

Pada cabang Olimpiade Sains, Galih Dwi Kurnia Rizki meraih Juara 1 setelah mengungguli peserta dari berbagai SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Sementara itu, pada cabang Tahfidz Al-Qur’an, Fatimah Widiyatna berhasil meraih Juara Harapan 3 dengan menunjukkan kualitas hafalan, kelancaran, serta ketepatan tajwid.

Ajang AKSI SPOTIC K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya Tahun 2026 mengusung tema “Berjiwa Aksi, Kaya Prestasi, dan Berlandaskan Akhlak Qur’ani”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu-Ahad (10–11/1/2026) di beberapa lokasi, yaitu Universitas Muhammadiyah Surabaya, SMP Muhammadiyah 9 Jojoran, serta Lapangan Kodam Brawijaya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan siswa dan guru dari seluruh SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya. Berbagai kategori lomba dipertandingkan, mulai dari bidang akademik, seni, olahraga, hingga inovasi pembelajaran.

Kepala MI Muhammadiyah 23 Surabaya, Ustadz Ainoen Nadjib, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para siswa.

“Prestasi Galih dan Fatimah ini menunjukkan keseimbangan pendidikan di MIM DUTA, antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Inilah wujud pendidikan berlandaskan akhlak Qur’ani yang kami bangun,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sementara itu, guru senior MIM DUTA, Ustadz Dzulfanny, S.Th.I., menilai capaian tersebut sebagai hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.

“Kami tidak hanya mengejar juara, tetapi menumbuhkan budaya belajar dan cinta Al-Qur’an. Galih unggul dalam sains, Fatimah kuat dalam tahfidz, dan keduanya tumbuh dalam iklim pendidikan yang sehat,” tuturnya.

Keberhasilan dua siswa tersebut semakin mengukuhkan MI Muhammadiyah 23 Surabaya sebagai madrasah yang berprestasi di bidang akademik sekaligus konsisten dalam pembinaan karakter dan spiritual peserta didik. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments