Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Tokoh Muhammadiyah Surabaya Jadi Wisudawan Inspiratif UM Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Dua Tokoh Muhammadiyah Surabaya Jadi Wisudawan Inspiratif UM Surabaya
Dua Tokoh Muhammadiyah Surabaya Jadi Wisudawan Inspiratif. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana penuh khidmat mewarnai Wisuda ke-53 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) yang digelar di Dyandra Convention Center, Sabtu (25/10/2025). Sebanyak 927 wisudawan dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan oleh Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan belajar, tetapi awal pengabdian kepada masyarakat.

“Wisuda adalah momen berharga untuk meneguhkan komitmen pada nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan. UM Surabaya bangga melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berjiwa sosial dan berintegritas,” ujar Dr. Mundakir.

Dua Tokoh Muhammadiyah Surabaya Jadi Wisudawan Inspiratif

Di antara ratusan wisudawan, terdapat dua sosok istimewa yang dikenal luas di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah Kota Surabaya. Mereka adalah Drs. H. Catur Anang Hutoyo, M.Pd., Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, dan Drs. Mahfud, M.H., Ketua Umum Pimpinan Daerah 06 Tapak Suci Surabaya.

Catur Anang berhasil menuntaskan studi di Program Magister Pendidikan Islam, sedangkan Mahfud meraih gelar di Program Magister Hukum Ekonomi Syari’ah. Keduanya tampil dengan wajah sumringah dan penuh rasa syukur saat resmi dikukuhkan sebagai lulusan sekolah pascasarjana UM Surabaya.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Muhammadiyah Kota Surabaya. Di usia yang tidak lagi muda, keduanya tetap menunjukkan semangat belajar dan komitmen untuk terus berkembang, menjadi teladan bagi generasi muda kader Persyarikatan.

Teladan Bagi Kader Muda: Belajar Tak Pernah Ada Kata Terlambat

Keteladanan dua tokoh ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah proses seumur hidup. Baik Catur Anang Hutoyo maupun Drs. Mahfud menegaskan bahwa melanjutkan studi bukan semata untuk meraih gelar, melainkan bagian dari pengembangan diri dan kontribusi nyata bagi dakwah Muhammadiyah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami ingin menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak boleh padam. Selama masih ada kesempatan, belajar adalah bagian dari ibadah dan perjuangan,” ujar Catur Anang usai acara wisuda.

Mahfud menambahkan, “Sebagai kader Muhammadiyah, kita harus terus berkemajuan. Menempuh pendidikan hingga tuntas adalah bentuk tanggung jawab moral untuk menjadi insan yang lebih bermanfaat bagi umat.”

Simbol Semangat Berkemajuan Muhammadiyah Surabaya

Kehadiran dua tokoh ini di tengah ratusan wisudawan menjadi simbol kuat semangat berkemajuan yang terus hidup di tubuh Muhammadiyah. Mereka membuktikan bahwa usia bukanlah batas, dan semangat untuk belajar adalah bagian dari jihad intelektual yang harus diwariskan pada generasi penerus.

Raut wajah bahagia dan mata berbinar keduanya mencerminkan rasa syukur yang mendalam, bukan hanya karena berhasil menyelesaikan studi, tetapi karena telah menunaikan amanah untuk menjadi contoh kader yang tangguh, berilmu, dan tidak berhenti belajar.

Ilmu bukan hanya milik yang muda, tapi milik siapa pun yang mau terus berjuang. Dari kampus Muhammadiyah, lahir generasi pembelajar tanpa batas usia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu