Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Duet MC Semarakkan MPLS dan Fortasi SMK Muda Genteng

Iklan Landscape Smamda
Duet MC Semarakkan MPLS dan Fortasi SMK Muda Genteng
pwmu.co -
Duet MC, Ahmad Hairudin dan Nur Karima saat memandu acara MPLS dan Fortasi SMK Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi (Taufiqur Rohman/PWMU.CO)
Duet MC, Ahmad Hairudin dan Nur Karima saat memandu acara MPLS dan Fortasi SMK Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi (Taufiqur Rohman/PWMU.CO)

PWMU.CO – Duet master of ceremony (MC) menyemarakkan acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng Banyuwangi, Selasa (15/7/2025).

Keduanya adalah Ahmad Hairudin guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Nur Karima guru Matematika SMK Muda Genteng. MC ini bertugas memandu acara MPLS Ramah yang dimulai sejak hari Senin kemarin. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa baru SMK Muda di lima jurusan, yakni Jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Animasi, dan Kuliner.

Harmonisasi duetnya mampu menyemarakkan MPLS yang berlangsung di aula Panglima Besar Jenderal Soedirman SMK Muda Genteng. Sejak hari pertama, acara demi acara berjalan dengan lancar. Keramahan dan keluwesan keduanya dalam memandu acara, seolah menyatu dengan tagline kegiatan yaitu MPLS Ramah.

Ahmad Hairudin, pria yang memiliki hobi olahraga futsal itu menceritakan bahwa dirinya mulai belajar MC sejak menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Jember di tahun kedua. Tepatnya pada tahun 2020.

Ia membagikan tipsnya agar saat memandu acara tidak merasa nervous. Antara lain, harus sering tampil di depan publik, menguasai teknik-teknik berbicara sesuai dengan kebutuhan acara, mencatat poin-poin penting yang akan disampaikan, mempelajari tema setiap acara, menatap audien atau lawan bicara, dan memberikan ketegasan intonasi saat berbicara.

Lain halnya dengan Nur Karima, wanita yang bertinggal di Karangsari itu mengungkapkan pengalamannya.

“Saya tidak pernah belajar khusus untuk jadi MC, hanya melalui otodidak, sehingga lebih banyak belajar dari pengalaman pribadi,” ungkapnya.

Pengalaman Jadi MC

Ia pun menceritakan kenangannya tatkala masih kuliah dulu, tiba-tiba ia ditunjuk menjadi MC dadakan. Ketika libur kuliah, ia pernah juga ikut bekerja selama 1,5 bulan menjadi team even salah satu produk smartphone. Jadi, ia belajar berbicara di depan publik dari pengalamannya tersebut.

Wanita yang mempunyai hobi kuliner itu pun membagikan tipsnya untuk menghindari rasa nervous saat menjadi MC. Dengan persiapan yang matang seperti menpersiapkan materi, memperbanyak pengetahuan atau literatur, memperkaya perbendaharaan kosakata, membuat jokes atau games untuk memecahkan keheningan pada acara yang santai. Jika acaranya formal, maka lebih banyak latihan vokal karena sifatnya tekstual dan monoton.

Selain itu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan senam pernafasan, minum air putih sebelum naik ke panggung, dan mencatat hal-hal yang penting terkait tamu undangan.

“Dan yang terpenting adalah berdoa agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam berbicara,” ulasnya. (*)

Penulis Taufiqur Rohman Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu