Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dukung Generasi Sehat, Mendikdasmen Tinjau Langsung Pelaksanaan Pagi Ceria dan Cek Kesehatan Gratis

Iklan Landscape Smamda
Dukung Generasi Sehat, Mendikdasmen Tinjau Langsung Pelaksanaan Pagi Ceria dan Cek Kesehatan Gratis
pwmu.co -

PWMU.CO – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen membentuk generasi sehat dan berkarakter, salah satunya melalui Pagi Ceria dan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dalam upaya tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan peninjauan langsung pada Senin (4/8/2025), sebagai momentum kolaboratif antara Kemendikdasmen dan Kementerian Kesehatan.

Rangkaian Pagi Ceria dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa, dan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat dari semangat anak-anak dalam mengikuti gerakan senam bersama Mendikdasmen. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak memiliki hidup yang sehat, cinta tanah air dan juga spiritualitas yang tinggi.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti, mengajak siswa menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, sehat jasmani, kuat, terbiasa makan bergizi, rajin berolahraga, dan bersahabat dengan teman. Pesan ini ia sampaikan sebagai wujud dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo dalam membentuk generasi tangguh sejak dini.

“Pesan Pak Presiden Prabowo, kalian semua harus menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, anak-anak Indonesia yang kuat. Anak-anak Indonesia yang biasa makan yang sehat dan bergizi, biasa berolahraga, dan harus membiasakan diri untuk senantiasa bersahabat dengan teman-teman ya,” ungkapnya.

CKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang bertujuan menghadirkan dampak nyata dan cepat bagi Masyarakat.

Pelaksanaan CKG di sekolah-sekolah mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Melalui pemeriksaan kesehatan dasar yang terintegrasi dengan lingkungan pendidikan, program ini menjadi langkah strategis dalam membentuk anak-anak Indonesia yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengatakan bahwa program CKG di Sekolah akan digelar setiap setahun sekali, yang bertepatan dengan tahun ajaran baru.

“Ini adalah program kolaborasi lintas kementerian, CKG ini terdiri dari status gizi, tinggi badan, berat badan, pemeriksaan gigi, mata, telinga, dan tes kebugaran. Setiap setahun sekali, ajaran baru kami akan melakukan cek kesehatan gratis supaya kebiasaan sehatnya terbangun,” kata Maria.

Selanjutnya, Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa pemeriksaan ini penting sebagai deteksi awal masalah kesehatan anak, demi mencegah gangguan yang dapat menghambat tumbuh kembang serta menurunkan kualitas generasi bangsa.

Ia juga menyampaikan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan upaya dari Bapak Presiden bersama berbagai pihak. Kementerian Kesehatan sebagai pihak utama (leading sector), dan kami dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai mitra, berupaya membangun kebiasaan hidup sehat serta menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan anak-anak.,

“Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, masalah-masalah kesehatan pada anak-anak dapat diketahui sejak dini. Melalui pemeriksaan ini, kita dapat menyelamatkan anak-anak dari berbagai kemungkinan penyakit yang tidak hanya mengganggu kesehatan mereka, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas generasi bangsa,” urai Menteri Mu’ti.

Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai pada anak.

Ia mengingatkan bahwa tanpa pendampingan, kebiasaan bermain game berlebihan bisa mengganggu aktivitas fisik, kesehatan, dan emosi anak. Menurutnya, anak perlu diarahkan agar menggunakan gawai untuk hal-hal yang edukatif dan bermanfaat agar tidak mengakses informasi maupun game yang mengandung kekerasan, demi menjaga tumbuh kembang mereka secara sehat dan aman.

“Penggunaan gawai oleh anak-anak perlu dibatasi secara maksimal. Kontrol dari orang tua sangat penting agar anak tidak menggunakan media tersebut secara berlebihan, karena hal itu dapat merusak kebiasaan fisik mereka akibat kurangnya aktivitas. Kebiasaan-kebiasaan anak perlu didampingi dengan baik, sehingga ketika mereka memanfaatkan gawai, yang diakses adalah konten yang bermanfaat. Dengan demikian, gawai dapat digunakan untuk kepentingan yang bersifat edukatif dan positif,” pungkas Menteri Mu’ti. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu