PWMU.CO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik menyelenggarakan Milad ke-108 Aisyiyah dengan mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional” pada Sabtu (2/8/2025).
Dalam rangkaian kegiatan milad tersebut, PDA Gresik bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik yang memberikan dukungan penuh berupa bantuan 40 bibit tanaman produktif. Bibit tersebut akan didistribusikan kepada Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Gresik sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas.
Dua perwakilan PCA, yaitu PCA Dukun dan PCA Panceng, menerima secara simbolis bantuan dua bibit tanaman produktif dari PT Petrokimia Gresik.
Bibit yang diserahkan berupa satu tanaman mangga dan satu tanaman alpukat. Penyerahan simbolis ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik yang juga mewakili PT Petrokimia Gresik, Ir Anindito Putro MMA.
“Semoga bibit ini kelak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta mampu mendukung ketahanan pangan di desa-desa yang ada di Kabupaten Gresik maupun di wilayah masing-masing PCA,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Bibit tanaman yang diserahkan memiliki tinggi sekitar 1 hingga 2 meter, dan telah diberi identitas nama sesuai dengan daerah PCA penerima. Total terdapat 40 bibit tanaman produktif yang terdiri dari tiga jenis, yaitu: 21 bibit tanaman mangga, 10 bibit tanaman tabebuya, dan 9 bibit tanaman alpukat.
Seluruh bibit tersebut diserahkan secara langsung dalam acara puncak Milad ke-108 Aisyiyah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan berbasis komunitas.
Proses penyerahan tersebut juga disaksikan langsung oleh Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin SPd MPdI.
“Tanaman ini memiliki banyak manfaat. Selain buahnya yang kaya vitamin dan baik untuk kesehatan anak-anak, bunga tabebuya juga berperan dalam menyerap polusi udara. Hal ini penting, mengingat Gresik dikenal sebagai daerah industri dengan tingkat polusi yang cukup tinggi,” tutur Innik Hikmatin.
Selaras dengan komitmen Aisyiyah Kabupaten Gresik dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan desa Qaryah Thayyibah, Pimpinan Pusat Aisyiyah menyambut baik gagasan dan langkah nyata tersebut. Terlebih lagi, inisiatif ini mendapat dukungan langsung dari salah satu BUMN terbesar di Indonesia, yaitu PT Petrokimia Gresik, melalui pemberian 40 bibit tanaman produktif.
Acara Milad yang dimulai pada pukul 08.00 WIB tersebut juga menggaungkan slogan:
“Kami Lindungi, Kami Rawat, Kami Wariskan, Penjaga Pangan, Penjaga Kehidupan.”
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dra Latifah Iskandar, yang turut hadir dalam acara Milad ke-108 Aisyiyah, menjelaskan makna dari konsep Qaryah Thayyibah.
“Qaryah Thayyibah adalah suatu perkampungan, desa, atau kelompok masyarakat yang penduduknya beragama Islam dan menjalankan ajaran Islam dengan baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT (ḥablun minallāh) maupun dalam hubungan antarsesama manusia (ḥablun minannās) dalam segala aspek kehidupan. Dengan demikian, terbentuklah masyarakat Islam yang maju dan bermartabat,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Latifah juga mencontohkan bahwa salah satu faktor kemenangan Vietnam atas Amerika pada masa penjajahan adalah kuatnya ketahanan pangan yang dimiliki oleh masyarakat desa di negara tersebut.
“Buah labu yang ditanam di lahan pertanian desa-desa di Vietnam mampu menggantikan peran makanan pokok seperti beras, singkong, dan lainnya. Buah ini memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk disimpan dalam jangka waktu lama tanpa mengurangi kandungan vitaminnya. Oleh karena itu, mari kita perbanyak ragam tanaman, baik di kebun rumah, di ladang, maupun di lahan pertanian yang lebih luas, agar tidak bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah,” ajaknya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments