Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dukung Pencabutan Permenpora, Suli Da’im: KONI Harus Kembali ke Fungsi Utama

Iklan Landscape Smamda
Dukung Pencabutan Permenpora, Suli Da’im: KONI Harus Kembali ke Fungsi Utama
Potret Suli Daim anggota DPRD Jawa Timur (Foto: Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Suli Daim, MM menyambut baik langkah Kemenpora mencabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024. Menurutnya, aturan tersebut selama ini membuat peran KONI bias dari fungsi utamanya.

“Keputusan ini adalah momentum penting. KONI harus kembali pada tugas pokoknya, yaitu membina seluruh cabang olahraga, bukan hanya mengurus event,” kata Suli Daim.

Ia menilai selama ini KONI lebih sering berperan sebagai penyelenggara kegiatan ketimbang lembaga pembinaan.

“KONI jangan sampai hanya jadi EO. Yang kita butuhkan adalah pembinaan yang sistematis agar lahir atlet profesional,” tegasn wakil ketua Majelis Pustaka, Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim ini.

Seperti diketahui, pencabutan Permenpora 14/2024 dilakukan melalui terbitnya Permenpora Nomor 7 Tahun 2025 yang berlaku sejak diundangkan. Desakan untuk menghapus aturan lama itu juga sempat muncul dalam FGD mahasiswa S2 FIKK Unesa pada Februari 2025.

Diskusi tersebut menyebut sedikitnya sepuluh pasal bertentangan dengan regulasi lebih tinggi, dan enam pasal lain dianggap melanggar prinsip Olympic Charter.

Kalangan akademisi dan praktisi olahraga turut mengingatkan bahwa jika aturan tersebut dipertahankan, ada risiko sanksi dari IOC maupun federasi internasional. Karena itu, pencabutan ini menjadi perhatian besar, terlebih menjelang Pekan Olahraga Bela Diri Nasional di Kudus pada Oktober mendatang.

DPRD Jatim meminta Pemprov dan Dispora memberi dukungan penuh bagi KONI.

“Pada pelaksanaan sebelumnya, KONI Jatim bahkan terkendala anggaran karena kebijakan yang tidak selaras. Jangan sampai hal itu terulang,” ujar Suli.

Menurutnya, lahirnya Permenpora 7/2025 harus dijadikan pijakan untuk membangun tata kelola olahraga yang lebih sehat.

“Ini bukan hanya soal regulasi, tapi tentang menjaga independensi organisasi olahraga sekaligus memastikan pembinaan prestasi berjalan sesuai jalur,” jelas legislator PAN tersebut.

Suli juga menekankan pentingnya sinergi KONI dan Dispora agar pembinaan lebih terarah.

“Dispora harus fokus pada kebijakan dan program kepemudaan, sementara KONI benar-benar mengurus atlet di berbagai cabor. Jika peran ini berjalan jelas, saya yakin prestasi olahraga Jawa Timur bisa semakin maju,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu