Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dukungan Guru dan Orang Tua Jadi Energi Positif Siswa dalam Asesmen Nasional di Berlian Primary School

Iklan Landscape Smamda
Dukungan Guru dan Orang Tua Jadi Energi Positif Siswa dalam Asesmen Nasional di Berlian Primary School
Siswa sedang mengerjakan soal literasi dan didampingi oleh pengawas (Anastasia Yuli Rahmawati/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) di SD Muhammadiyah GKB 2 (Berlian Primary School) Gresik berlangsung lancar dan penuh semangat. Sejak pagi, siswa kelas V tampak hadir dengan raut wajah beragam, mulai dari serius dan antusias hingga penuh percaya diri.

Kehadiran guru yang menyambut dengan senyum hangat serta doa dan dukungan orang tua di depan gerbang sekolah menjadi energi positif yang membuat anak-anak lebih siap menghadapi ujian berbasis komputer tersebut.

Sebanyak 30 siswa kelas V Berlian Primary School mengikuti Asesmen Nasional (AN) hari pertama dengan tertib. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua hari ini dimulai pukul 07.30-12.50 WIB dan terbagi menjadi dua sesi dengan menggunakan sistem berbasis komputer. Seluruh siswa dan pengawas hadir tepat waktu sementara guru dan proktor memastikan perangkat siap digunakan sehingga pelaksanaan berjalan tanpa kendala teknis.

Keberhasilan Asesmen Nasional

Kepala SD Muhammadiyah GKB 2 Farikha SPd menuturkan bahwa dukungan dari semua pihak menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Asesmen Nasional. Beliau menjelaskan tentang keterlibatan guru dalam memberikan motivasi dan doa orang tua yang terus menguatkan anak-anak serta kerja sama tim teknis yang memastikan sarana prasarana berjalan baik adalah faktor penting yang tidak bisa dipisahkan.

Farikha menambahkan suasana positif yang tercipta membuat siswa lebih tenang dan percaya diri saat mengerjakan soal meskipun bagi sebagian anak pengalaman ini merupakan hal baru. Kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua diharapkan dapat terus terjalin sehingga setiap kegiatan pendidikan termasuk AN dapat terlaksana dengan lancar sekaligus memberi manfaat besar bagi perkembangan siswa.

“Kami selalu menekankan bahwa Asesmen Nasional bukan ujian yang menentukan lulus atau tidaknya anak melainkan alat pemetaan mutu pendidikan. Karena itu, kami ingin menciptakan suasana yang nyaman dan penuh semangat agar anak-anak tidak terbebani,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hasna juga menyampaikan bahwa awalnya khawatir tidak bisa konsentrasi karena suasananya berbeda dengan belajar di kelas seperti biasanya. Ia takut pikiran saya ke mana-mana dan jadi tidak fokus mengerjakan soal. Tapi setelah duduk tenang dan ingat pesan orang tua untuk banyak berdoa serta mengerjakan dengan teliti.

“Saya jadi lebih tenang. Akhirnya ia bisa fokus sampai akhir dan merasa lega karena bisa menyelesaikan ujian dengan baik,” tuturnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Aisyah Jasmine Az Zahra bahwa nasihat dari orang tuanya membuat ia lebih bersemangat menghadapi ujian. Ia mengaku ibunya selalu mengingatkan agar tidak mudah gugup dan tetap percaya diri ketika mengerjakan soal. Selain itu, ia juga diminta untuk membaca soal dengan teliti dan tidak terburu-buru supaya jawabannya lebih tepat. Motivasi tersebut membuat Aisyah merasa lebih tenang dan siap mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh.

“Kami melihat anak-anak bisa lebih tenang dan fokus karena mendapatkan semangat dari guru serta doa orang tua. Hal ini membuat mereka mampu mengerjakan soal dengan lebih teliti, sehingga hasil yang dicapai diharapkan dapat mencerminkan kemampuan terbaik mereka. Dukungan ini menjadi energi positif yang harus terus dijaga agar setiap evaluasi pendidikan dapat menghasilkan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah,” tandas Farikha. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu