Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Gresik melaksanakan kunjungan edukatif ke SMA Muhammadiyah 10 (SMAMIO) GKB Gresik pada Kamis (29/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran Duta Genre kepada pelajar. Sekaligus, memberikan pembekalan penting terkait pergaulan bebas, bahaya terorisme, serta pemahaman mengenai pernikahan usia dini.
Kegiatan yang terlaksana di Cordoba Convention Hall SMAMIO ini terhadiri oleh siswa kelas X dan XI. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang terkemas secara komunikatif dan dekat dengan kehidupan remaja.
Alumni SMAMIO
Materi tersampaikan oleh Duta Genre Kabupaten Gresik 2024, Kafka nafisah azzahra yang merupakan alumni angkatan ke-8 SMAMIO.
Pada kesempatan tersebut, Kafka, sapaan akrabnya, hadir bersama Muhammad jaabir danadyaksa nuransyah merupakan siswa kelas XII-1 SMAMIO.
Dalam pemaparannya, Kafka menjelaskan pengertian Duta Genre beserta program-programnya. Antara lain, berfokus pada pembentukan remaja berkarakter, sehat secara fisik dan mental, serta mampu merencanakan masa depan dengan baik.
Selain itu, Kafka juga menekankan bahaya pernikahan usia dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun kesiapan ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa usia matang untuk menikah idealnya adalah minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Hal itu, menurutnya, agar pasangan memiliki kesiapan mental, pendidikan, dan finansial yang lebih baik.
Lebih lanjut, Kafka juga berujar bahwa perencanaan kehidupan berkeluarga merupakan bagian penting dari tujuan program Genre.
Paparkan Pergaulan Bebas dan Terorisme
Sementara itu, Jabir menjelaskan tentang pergaulan bebas dan terorisme, serta bagaimana remaja dapat terhindar dari pengaruh negatif lingkungan dan paham radikal yang menyasar generasi muda melalui media sosial.
Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Khinanjar Widiartama SPd Menyampaikan harapannya terhadap acara ini.
“Semoga melalui sosialisasi oleh teman-teman Duta GenRe Gresik ini dapat menjadi motivasi serta pemahaman bagi siswa smamio untuk tumbuh berkarakter, berencana matang, dan berani menjemput masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya” ungkapnya.
Di samping itu, ia berharap kegiatan ini mampu membentuk kesadaran siswa SMAMIO untuk menjadi remaja yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Salah satu peserta Elya siswa kelas XI-3 mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kami jadi lebih paham risiko pergaulan bebas dan pentingnya menunda pernikahan sampai usia yang matang” ujar siswa kelas XI3.





0 Tanggapan
Empty Comments