Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dzulfikar Ahmad Tawalla: Umat Nabi Muhammad Punya Kedekatan Spiritual Lebih Dekat dari Urat Leher

Iklan Landscape Smamda
Dzulfikar Ahmad Tawalla: Umat Nabi Muhammad Punya Kedekatan Spiritual Lebih Dekat dari Urat Leher
Pengajian Ahad Pagi dalam Rangka Menyambut Milad Muhammadiyah ke-113 PCM Wonocolo (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, hadir sebagai penceramah dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonocolo yang dirangkaikan dengan peresmian Muhammadiyah Children Center (MCC) atau LKSA H.M. Soedja’, Ahad (2/11/2025).

Dalam tausiyahnya, Dzulfikar mengawali dengan kisah tentang Nabi Musa AS yang merasa bangga karena sering bercakap langsung dengan Allah SWT. Namun Allah menegurnya dan berkata bahwa akan datang satu umat, yaitu umat Nabi Muhammad SAW, yang kedekatannya kepada-Nya lebih dekat daripada urat leher.

“Kedekatan itu adalah anugerah besar, tapi juga amanah. Maka umat Nabi Muhammad harus menjaga hubungan spiritual itu lewat ibadah dan amal sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemuliaan umat Nabi Muhammad bukan hanya karena status sebagai umat terbaik, tetapi karena tanggung jawabnya untuk menebar rahmat bagi sesama. “Kalau Allah sudah dekat dengan kita, tidak boleh ada jarak dalam berbuat baik,” tambahnya.

Dzulfikar juga menyinggung pentingnya menghidupkan semangat Al-Ma’un dalam keseharian umat Islam, terutama melalui lembaga sosial Muhammadiyah.

“Saya tumbuh dari panti asuhan. Dari sana saya belajar bahwa hidup butuh uluran tangan orang lain. Maka lembaga seperti MCC ini bukan hanya rumah sosial, tapi rumah penggerak masa depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dzulfikar juga menekankan pentingnya pendidikan dan kepedulian sosial sebagai kunci mengatasi kemiskinan.

“Yang paling menakutkan di dunia ini bukan kematian, tapi kemiskinan. Orang miskin menanggung dua hal: sakit dan malu. Tapi kalau kemiskinan dibalut dengan pendidikan, dia bisa melahirkan kepercayaan diri dan harapan baru,” jelasnya.

Di tengah kekhidmatan tausiyahnya, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) itu kemudian mencontohkan ketangguhan para pekerja migran Indonesia yang berjuang di luar negeri.

“Banyak pekerja migran kita hebat. Di Hong Kong mereka bisa berbahasa Kanton, di Belanda fasih berbahasa Belanda. Karena ada dorongan kuat untuk keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

Dzulfikar juga membagikan pengalamannya dalam mendukung amal usaha Muhammadiyah.

“Apa yang negara berikan kepada saya, sebagian besar saya kembalikan untuk Muhammadiyah. Termasuk tunjangan kinerja yang saya sedekahkan bagi pembangunan amal usaha seperti MCC ini,” katanya disambut tepuk tangan jamaah.

Menutup tausiyahnya, Dzulfikar mengutip pesan Luqmanul Hakim tentang pentingnya bersyukur sebagai dasar teologi Islam.

“Luqman diberi hikmah karena bersyukur. Syukur itu kunci semua nikmat. Kalau kita mensyukuri apa yang Allah beri, maka nikmat itu akan bertambah,” pungkasnya.

Setelah pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Gedung Muhammadiyah Children Center (MCC) H.M. Soedja’ yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wamen P2MI dan pemotongan pita secara simbolis bersama pimpinan Muhammadiyah setempat.

Di sela peresmian, tampil Paduan Suara Gita Walidah PCA Wonocolo yang menemani sesi ramah-tamah bersama para tamu undangan. Paduan suara ini adalah kelompok yang sebelumnya pernah meraih Juara I dalam Lomba Paduan Suara yang diadakan oleh LBSO PDA Kota Surabaya. (*)

Dzulfikar Ahmad Tawalla: Umat Nabi Muhammad Punya Kedekatan Spiritual Lebih Dekat dari Urat Leher
Paduan Suara Gita Walidah dalam agenda Pengajian Ahad Pagi PCM Wonocolo (Huda/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu