Pada Sabtu (9/8/2025) kegiatan edukasi mengenai Keselamatan Bahaya Listrik sekaligus Praktik Rangkaian Seri dan Paralel berlangsung seru di UPT SD Negeri 131 Gresik yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Acara ini diikuti oleh 20 murid kelas 5 dan 6 yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL), yaitu Dr Moh Agung Surianto MSM CSRS.
Kegiatan dibuka dengan presentasi tentang bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri menjelaskan pentingnya memahami cara menggunakan listrik secara aman, agar terhindar dari kecelakaan.
“Listrik itu memang bermanfaat, tapi juga bisa sangat berbahaya jika tidak hati-hati,” terang Ridho, mahasiswa KKN UMG dalam penyampaian materinya.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, serta disertai contoh konkret, seperti larangan menyentuh kabel terkelupas dan tidak bermain di dekat stop kontak. Anak-anak pun terlihat serius menyimak, beberapa bahkan mengajukan pertanyaan terkait pengalaman mereka di rumah.
Praktek Rangkaian Seri dan Paralel
Usai pemaparan tentang bahaya listrik, acara dilanjutkan dengan presentasi materi mengenai rangkaian listrik seri dan paralel. Pemateri menerangkan perbedaan mendasar antara keduanya, lengkap dengan ilustrasi penggunaan dalam kehidupan nyata, seperti lampu di rumah atau senter.
Suasana semakin semarak ketika dua murid, Tirta dan Aldo, dipilih untuk maju melakukan praktek langsung. Dengan kabel dan lampu yang sudah disiapkan, Tirta mencoba membuat rangkaian seri sementara Aldo merangkai paralel dengan didampingi oleh Fais dari anggota KKN 13 Desa Klotok.
Keduanya berhasil menyalakan lampu sesuai sistem yang mereka buat. “Seru sekali, saya jadi lebih mengerti perbedaan seri dan paralel,” kata Tirta dengan wajah gembira.
Kedua murid itu kemudian diberikan reward (hadiah kecil) atas semangat mereka. Apresiasi tersebut membuat murid lain semakin bersemangat, meski tidak semua mendapat kesempatan maju.
Penutup Penuh Kegembiraan
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, panitia membagikan bingkisan snack kepada seluruh peserta. Anak-anak terlihat senang dan saling bertukar cerita tentang pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang mengabadikan keceriaan peserta, pemateri, dan tim penyelenggara.
Melalui edukasi ini, murid-murid tidak hanya belajar tentang bahaya listrik, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami konsep rangkaian sederhana.
Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa listrik harus digunakan dengan bijak serta menanamkan rasa ingin tahu yang positif melalui praktek nyata.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments