PWMU.CO – Anak-anak usia dini seringkali menjadi sasaran empuk kejahatan seksual, namun minimnya edukasi membuat mereka tidak tahu cara melindungi diri.
Menyikapi hal ini, tim Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMAs) dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Desa Kerinci Kanan berinisiatif menggelar program edukasi.
Adapun kegiatan ini bertajuk “Sentuhan Aman: Kiat Mengenali dan Melindungi Diri” yang berlangsung di TK Binaan PKK pada Rabu (07/08/2025).
Bekali Pemahaman Dasar Sentuhan
Lebih lanjut, program ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman dasar tentang sentuhan aman dan tidak aman.
Kegiatan yang terhadiri puluhan siswa TK ini terkemas secara interaktif dan menyenangkan. Tim KKN menggunakan media boneka tangan dan lagu-lagu ceria untuk menjelaskan konsep sentuhan aman.
Mereka mengajarkan anak-anak empat zona sentuhan tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, yaitu bagian mulut, dada, kemaluan, dan pantat.
Anak-anak diajak berani berkata “tidak” jika ada orang yang berusaha menyentuh bagian-bagian tersebut dan segera melaporkannya kepada orang tua atau guru.
Menurut Tim KKN, Sirri Labibah, edukasi ini sangat penting tertanam sejak dini. “Kami melihat pentingnya anak-anak memiliki kesadaran akan hak atas tubuhnya sendiri” terangnya.
“Edukasi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberdayakan mereka agar tahu cara melindungi diri dari ancaman kejahatan seksual yang bisa terjadi kapan saja dan dari siapa saja” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam upaya membangun lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.
Apresiasi Kepala TK
Kepala TK Binaan PKK, Endah Budiarti, menyambut baik program yang terinisiasi oleh mahasiswa KKN Umri ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari adik-adik mahasiswa KKN” tuturnya.
“Materi ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh anak-anak, mengingat kasus kejahatan seksual terhadap anak semakin meningkat. Pembelajaran yang mereka berikan juga sangat kreatif sehingga anak-anak mudah memahami konsepnya” ujar Endah.
Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak TK Binaan PKK untuk senantiasa waspada dan berani bersikap. Setelah kegiatan edukasi, tim KKN juga menyerahkan poster edukasi dan buku cerita bergambar sebagai alat bantu belajar yang bisa guru-guru gunakan di sekolah untuk melanjutkan edukasi ini secara berkala.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan. Khususnya dalam menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya perlindungan diri.


0 Tanggapan
Empty Comments