
PWMU.CO – Dalam semangat keilmuan dan kepedulian sosial, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Blue Savant Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ekspedisi Ekologis: Rehabilitasi Pasca Deforestasi Negara”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada (5–6/7/2025) di Gunung Pundak, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini bukan sekadar pendakian, melainkan aksi nyata reboisasi dan refleksi ekologis atas kerusakan lingkungan akibat masifnya deforestasi dan alih fungsi hutan di Indonesia.
Indonesia yang dikenal sebagai negara mega biodiversitas kini menghadapi ancaman serius. Salah satunya terlihat dari kasus kerusakan ekosistem di Raja Ampat akibat pembangunan pariwisata yang tidak ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, PK IMM Blue Savant menyuarakan perlawanan terhadap eksploitasi alam dan mengajak kader IMM untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Sebanyak 16 kader IMM mengikuti kegiatan ini, Selain mendaki, mereka menanam bibit pohon sebagai bentuk reboisasi Gunung Pundak yang menjadi langkah konkret dalam mengembalikan fungsi ekologis, menyerap karbon, dan menjaga keanekaragaman hayati. Lokasi ini dipilih karena mulai terdampak tekanan wisata dan alih fungsi lahan.
Kaderisasi
Penguatan nilai kaderisasi dilakukan melalui Sharing Session oleh Koordinator Komisariat IMM UM Surabaya, Izza Mukmin. Dalam penutupannya, ia menyampaikan pesan bermakna.
“Jika kamu merasa apa yang kamu lakukan adalah kebenaran, maka lanjutkan,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa mendaki gunung seperti hidup berorganisasi bukan puncak yang jadi tujuan utama, tapi kebersamaan dan kekompakan adalah kunci utama dalam menempuh setiap perjalanan.
Kegiatan ini memperkuat semangat kebersamaan, kesadaran ekologis, serta nilai tanggung jawab sosial kader IMM. PK IMM Blue Savant berharap ekspedisi ini menjadi inspirasi bagi gerakan mahasiswa lainnya untuk bertindak nyata dalam menjaga alam. Gunung Pundak menjadi simbol perjuangan ekologis dan ruang pembelajaran yang menyatukan intelektualitas, aksi, dan pengabdian.
Melalui “Ekspedisi Ekologis”, para kader IMM membuktikan bahwa mencintai alam tidak hanya soal menyuarakan kepedulian, tetapi juga tentang hadir langsung, berbuat nyata, dan meninggalkan jejak hijau untuk masa depan. Setiap langkah pendakian dan setiap bibit yang ditanam menjadi wujud pengabdian kepada alam, masyarakat, dan Sang Pencipta. (*)
Penulis Siti Nur Qoimah Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments