Suasana ceria dan penuh antusiasme menyelimuti gedung SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Puluhan murid dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 33 dan TK ABA 46 Surabaya tampak bersemangat mengikuti kegiatan Trial Class spesial yang dikemas dalam Program Gemilang (Gerakan Magang Antar Lingkungan) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sejak pagi, wajah-wajah polos penuh rasa ingin tahu memenuhi halaman sekolah. Dengan seragam rapi dan langkah kecil yang mantap, mereka memasuki lingkungan sekolah dasar untuk pertama kalinya sebagai “calon siswa”. Tawa riang dan sapaan hangat guru-guru menyambut kedatangan mereka.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Eva selaku Bunda PAUD Kelurahan Krembangan Utara, Ustadzah Yun Winarni (Kepala TK ABA 33), Ustadzah Nailur Rif’ah (Kepala TK ABA 46), serta Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Bapak Amang Muazam.
Dalam sambutannya, Bunda Eva menegaskan bahwa Program GEMILANG bertujuan membangun kesiapan mental dan emosional anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Melalui Gerakan Magang Antar Lingkungan ini, anak-anak diajak belajar dan mengenali lingkungan SD lebih awal. Ini adalah bekal agar kalian siap dan berani saat naik kelas nanti,” ujar Bunda Eva dengan penuh semangat.
Ia menambahkan, pengalaman langsung seperti ini sangat penting untuk mengurangi rasa canggung dan takut yang kerap muncul saat anak memasuki lingkungan baru.
Dengan mengenal ruang kelas, guru, serta suasana belajar sejak dini, anak-anak diharapkan lebih percaya diri saat benar-benar menjadi siswa SD kelak.
Senada dengan hal tersebut, Ustazah Nailur Rif’ah memberikan motivasi kepada para murid agar mengikuti kegiatan dengan hati yang gembira.
“Ikutilah dengan sungguh-sungguh dan ceria. Semoga pengalaman hari ini membekas di hati dan kalian bisa melanjutkan sekolah di SD Muhammadiyah 13 Surabaya yang hebat ini,” tuturnya.
Puncak kegiatan trial class diisi dengan praktik sains sederhana yang dikemas secara menyenangkan. Para siswa diajak melakukan eksperimen membuat pelangi menggunakan bahan-bahan sederhana seperti cairan pewarna makanan, kapas, dan air.
Di dalam kelas, guru-guru memandu langkah demi langkah proses percobaan. Jemari-jemari kecil itu dengan hati-hati menyusun kapas, lalu meneteskan pewarna beragam warna. Perlahan, warna-warna tersebut meresap dan berpadu, membentuk gradasi pelangi yang indah.
Sorak kagum terdengar ketika warna-warna mulai menyatu. Beberapa anak tampak takjub melihat perubahan yang terjadi di depan mata mereka. Ada yang tersenyum lebar, ada pula yang spontan menunjukkan hasil karyanya kepada teman dan guru.
Eksperimen sederhana ini bukan sekadar permainan warna. Kegiatan tersebut dirancang untuk memicu rasa ingin tahu, melatih motorik halus, serta menumbuhkan kreativitas siswa dalam suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
Konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) ini menjadi salah satu ciri pendekatan di SD Muhammadiyah 13 Surabaya.
Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, Amang Muazam, menyambut hangat setiap tawa dan keceriaan siswa yang memenuhi ruangan. Baginya, kesan pertama adalah hal yang sangat penting.
“Pesan saya hanya satu, agar anak-anak senang. Hari ini mereka mengenal lingkungan sekolah kami, semoga mereka merasa nyaman dan betah,” ungkapnya.
Dia berharap kegiatan ini menjadi jembatan awal yang mempererat sinergi antara TK ABA dan SD Muhammadiyah 13 Surabaya, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang berkelanjutan.
Sebagai penutup yang manis sekaligus edukatif, pihak sekolah membagikan jam untuk salat kepada seluruh peserta. Hadiah tersebut bukan sekadar cendera mata, melainkan simbol pembiasaan ibadah sejak dini.
Jam salat itu diharapkan menjadi pengingat waktu ibadah sekaligus kenang-kenangan berharga dari pengalaman pertama mereka belajar di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan Trial Class ini pun berakhir dengan senyum merekah dan langkah ringan para murid yang pulang membawa cerita baru.
Pelangi yang mereka ciptakan di atas kapas seakan menjadi simbol harapan—bahwa masa depan pendidikan mereka akan penuh warna, keceriaan, dan semangat belajar yang tak pernah padam. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments